Jatuh Cinta di Sungai Progo

Kalau ditanya soal hobi saya yang paling utama, pinginnya nyebut dengan lantang β€œTRAVELLING !” .. walau sejak SMA (dan sampai sekarang :D) masih termasuk traveller kelas teri yang masih ngandelin tiket akomodasi murah dan terutama teman-teman yang tersebar disana sini untuk urusan tempat tinggal atau sekedar traktiran makan siang (atau mau sekalian ditraktir makan sore dan malam pun so pasti ndak ditolak hehe). Semenjak mulai banyak aktivitas yang menyita waktu, dan tidak bisa dibolos-in, jadilah hobi yang satu ini agak tersisih. Dan lagipun di kota Yogya ini teman saya sangat amat minim, tidak kalah sainglah dengan rok span mbak-mbak SPG rokok.

Eeya kemarin ini pas saya lagi mumet-mumetnya sama urusan pekerjaan & ini itu, ada yang ngajaki untuk arung jeram bareng temen-temen Komunitas Blogger Jogja, Magelang Pendekar Tidar & Solo. Waaa ya langsung saja set ulang shedule saya agar bisa dengan mulus meluncur ke acara.

byaar byuuuurr~

byaar byuuuurr~

Jam 7 pagi saya dan teman-teman seperjuangan berangkat bersama dari Terminal Jombor ke meeting point yang ditentukan yaitu Hotel Puri Asri Magelang. Jarak tempuh darat dari Jombor ke Hotel Puri Asri tersebut hanya sekitar 37,9 KM ke arah utara. Dengan perjalanan santai tanpa hambatan, tidak lebih dari 1 jam kemudian kami sudah mendarat cantik di lokasi. Mata kami langsung disuguhi pemandangan yang bikin hati semriwing. Bantaran sungai sepanjang mata memandang dengan pusaran air yang pecah oleh batu, pohon-pohon hijau dan desir angin pagi yang segar. Buncahlah tawa kami di sela-sela berkumpul dengan teman lain yang satu persatu mulai berdatangan.

masih cakep-cakep ;D

masih cakep-cakep ;D

Pukul 8 pagi menjadi pilihan dimulainya acara rafting kami pagi itu, karena kurang lebih lamanya arung jeram yang akan dijalani adalah 2 jam. Jadi diperkirakan sebelum matahari lagi mejeng kece-kecenya di langit, kita sudah sampai di finish line. Walau demikian, sebelum dimulai tetap disarankan untuk menggunakan sunblock wajah dan tubuh untuk antisipasi sunburn.

Setelah salaman dan berkenalan dengan para kru Progo Rafting, acarapun segera dimulai. Pertama-tama kami diminta untuk menyimpan barang-barang pribadi di dalam locker lalu menggunakan perlengkapan untuk keamanan, seperti helm, life jacket & dayung tentunya. Setelah itu dilanjut dengan briefing singkat tapi padat dan lucu, meliputi keamanan dan apa saja yang kiranya kami perlu ketahui sepanjang mengarungi sungai Progo tersebut. Tidak lupa kami berdoa semoga yang masih para jomblo diberikan kekuatan sampai bertemu pasangannya, lho ;D

team yg sudah sarapan, sumringah !

team yg sudah sarapan, sumringah !

team hampir sarapan, kerna kesiangan ;D

team hampir sarapan, kerna kesiangan ;D

team yang (kayaknya) hobi ngabisin sarapan temennya ;D

team yang (kayaknya) hobi ngabisin sarapan temennya ;D

team sarapan sedikit, langsing2 ! ;D

team sarapan sedikit, langsing2 ! ;D

Kali ini kami diperkenalkan dengan Arung Jeram Progo Atas Grade III untuk kelas wisata pemula, dengan jarak tempuh 9 KM. Masing-masing perahu diisi oleh 5 orang, ditambah seorang pemandu dari Progo Rafting yang otot-otot lengan & perutnya ciamik ! ;D di tangan pemandu-pemandu ciamik ini, yang merasa dirinya lemahpun merasa aman & tentram haha. Jadi ndak perlu khawatir untuk yang belum bisa berenang, atau masih takut tenggelam, hanyut dll. Kru Progo Rafting ini sangat profesional dan sigap.

mas-mas pemandu profesional dengan biceps triceps yang ciamik !~

mas-mas pemandu profesional dengan biceps triceps yang ciamik !~

mas-mas pemandu ciamik !~

Trus kalo perahunya nanti bocor, misal terhantam batu, bagaimana? Perahu yang digunakan terbuat dari bahan yang benar-benar aman dan terbuat dari beberapa kompartemen. Jadi kalau ada satu bagian saja yang bocor, perahu masih dapat mengapung dan digunakan. Kalau memang bocornya sangat luas kita bisa menepi dulu sambil menunggu dijemput oleh perahu lain. Saya malah sempet ingin berhenti sejenak di spot air tenang, lempar jangkar ke bawah dan rebahan sambil menikmati pemandangan sekitar yang segeeeer banget serupa dengan pemandangan sungai Amazon (kaya yang sudah pernah piknik kesana saja haha)

Starting point adalah di bantaran sungai Progo yang letaknya tepat di belakang Hotel Puri Asri. Nah kelebihan lain dari tempat ini, bagi keluarga atau teman lain yang tidak tertarik untuk gabung berarung jeram adalah tempatnya yang sangat nyaman untuk beristirahat. Ada beberapa gazebo atau tempat duduk terbuka, kolam renang luas untuk dewasa dan anak, lalu akses langsung menuju taman rekreasi Kyai Langgeng. Lengkap !

starting point nya aja caakep beginih

Sekitar 4 km dari starting point ada jeda waktu dan tempat untuk beristrahat, disana kita kumpul semua team untuk foto-foto dan main air. Disini kita uji nyali untuk lompat ke dalam arus berjalan. Walaupun dijamin aman oleh kru, ternyata terjun ke dalam arus yang dasarnya kita tidak pernah tau itu sempet bikin engap juga ;D

kalo niat loncat kaya gini, jangan lupa habis itu mingkem ya ! ;)))

kalo niat loncat kaya gini, jangan lupa habis itu mingkem ya ! ;)))

lupa mingkem saking hepinya .. bonus keminum kopisusu basi deh :'(

lupa mingkem saking hepinya 😐

selfie bareng putri duyung cancik ;)

selfie bareng putri duyung cancik πŸ˜‰ abaikan background orang hanyut ~

IMG_7354

Sudah puas cekakak cekikik, kami melanjutkan perjalanan. Oia selama perjalanan ada juga fasilitas jeprat jepret oleh kru dokumentasi profesional Progo Rafting , jadi tidak perlu khawatir akan kehilangan momen hepi-hepi kalau tidak membawa kamera sendiri.

IMG_0458

IMG_8965

IMG_8974

IMG_8979

Setelah beberapa jeram terarungi, sampailah kami di finish line walaupun sebenarnya saya masih tidak ingin turun dari perahu. Masih betaaaah dan pengen nambaaaaah !~ Tapi apa daya, sudah waktunya turun.

Semua rombongan menepi di Jembatan Babrik, disana kami dijamu kembali dengan kelapa muda segar dan snack. Wuih~ seger segeeer. Setelah beristirahat sejenak, kami dan perahu yang kami naiki dibawa oleh mobil angkutan untuk kembali menuju Hotel Puri Asri. Lama perjalanan kurang lebih 15 menit. Sesampainya disana kami langsung mandi lalu makan siang yang sudah disediakan. Tempat mandi yang disediakan bersih dan fasilitasnya lengkap. Waaah rasanya hepi sekali andai bisa tiap hari seperti ini haha.

KPK : komunitas pecinta kelapaaaa ~

KPK : komunitas pecinta kelapaaaa ~

Kalau boleh direkap, keperluan apa saja yang perlu disiapkan pada perjalanan arung jeram kali ini :

1. Menggunakan pakaian yang nyaman, tidak berat. Hindari jeans atau bahan lain yang mudah menyimpan air
2. Alas kaki yang bisa menempel erat di kaki, tanpa menyimpan air
3. Sunblock wajah & tubuh. Kalo boleh usul untuk menghindari tubuh dari sunburn, akan lebih efektif bila menggunakan baju lengan panjang. Karena berkali-kali terkena air sunblock dapat luntur.
4. Kamera anti air, dengan strap yang erat pada jaket atau pakaian untuk menghindari agar tidak hanyut
5. Tidak menggunakan jam tangan, atau perhiasan yang mudah lepas (gelang, cincin, kalung)
6. Topi dan atau kacamata hitam, bila jadwal arung jeram kira-kira di atas jam 10 pagi
7. Baju ganti, handuk beserta dalaman & keperluan pribadi untuk mandi. Kalau termasuk memiliki kulit sensitif, bolehlah ditambah sabun/cairan antiseptik, walau sebenarnya tempat mandi yang disediakan sudah amat bersih & memadai.
8. Air minum, snack dan makan siang sudah disediakan bila menggunakan jasa Progo Rafting yang teamnya sunggu ruaaarr biasa ramah, sabar dan nyenengin πŸ˜‰
8. Daaaan yang paling utama jangan lupa istirahat yang cukup malam sebelumnya, juga sarapan sebelum berangkat agar bisa puaaas nikmati hepinya arung jeram tanpa keluhan :-*

Aselik~ puaaas banget sesiangan kemarin. Pokoknya pingiiin lagiii ! Tunggu aaaaku sungai Progooooooooooooo !!

IMG_9885

Yang tertarik langsung aja kepoin akun Progo Rafting yang ciamik itu ya, di :

Website : www.progorafting.com
IG : @progorafting | @progorafting_magelang | @setyaad1y

dijamin puwas ;D

Oia ini foto-foto lingkungan sekitar starting – ending point Hotel Puri Asri Magelang, bagus ya.

P_20160124_124954_BF

P_20160124_125006_BF

P_20160124_123053_BF

Warung Pak Lanjar

Hey! Siapa yang tidak kenal kota Yogyakarta? Kota yang bisa dibilang sangat terkenal di bidang Pariwisata Indonesia ini, hampir setiap hari selalu dipenuhi banyak bus besar atau kendaraan berisi wisatawan di setiap sudutnya. Saya adalah salah satu (mantan) pengunjung setia Yogyakarta sejak tahun 1999 silam, semasa masih unyu-unyu mahasiswa tingkat awal dengan cukup berbekal uang sangu seadanya, berangkat dari Jakarta saya pede berangkat ke kota ini hampir satu bulan sekali. Bukan untuk mengunjungi tempat wisata-wisatanya, hanya mengunjungi teman-teman, menghabiskan waktu bersama mereka sambil menikmati kesederhanaan kota bersahaja ini. Ya, kesederhanaan. Saya pikir itulah kunci, mengapa Yogyakarta bisa terkenal ke seantero Indonesia bahkan ke luar negeri.

Dulu saat awal saya sering mengunjungi kota ini, jalan raya masih lengang sekali dengan hanya beberapa mobil berlalu lalang. Sesekali bis dalam kota menaikkan dan menurunkan penumpang. Sisa ruas jalan diisi oleh banyak pesepeda, andong atau pengendara motor. Bahkan masih lekat di ingatan saya, bagaimana para pengendara motor itu dengan santainya membuka “jendela” helm dan tidak menggunakan masker hidung. Membiarkan wajah mereka tersapu udara yang saat itu masih bersahabat.

Toko-toko sederhana berjejer apik. Tidak ada yang menjulang. Tidak ada yang berdiri lebih maju atau menumpang bagian depan toko lain.

Semua serba sederhana.

Sejak 5 tahun yang lalu, saya sah menjadi penduduk kota sederhana ini. Menyaksikan bagaimana Yogyakarta mempercepat langkahnya berubah menjadi kota modern. Betapa hiruk pikuk mulai mengisi ruang-ruang lega, dimana dulu saya bisa merasakan nikmatnya jauh dari keramaian.

Mall bertingkat-tingkat megah, berdiri disana sini. Bermacam toko, restaurant, pusat hiburan dengan design mewah dan modern menjamur. Meninggalkan sesak di sepanjang jalan-jalan kota tua ini.

Saya tidak menyalahkan semua hal itu, terkadang saya hanya rindu kedamaian di kota tua ini. Suasana yang sahaja, dan tidak penuh basa basi. Suasana sahaja yang baru bisa saya dapatkan ketika mblusuk kesana sini, mengunjungi tempat-tempat di luar lingkar kota Yogya.

Minggu lalu, saya punya kesempatan mengunjungi sebuah rumah makan. Lokasinya menjauh dari pusat kota. Setelah menyusuri jalan Palagan yang menanjak, keluar dari daerah dengan jejeran toko di kanan kiri, mata saya mulai disuguhi deretan sawah, pepohonan dan ladang. Yang memang musim kemarau panjang ini, berwarna tidak sehijau seharusnya. Tapi bagaimanapun berada di tengah alam, sudah membuat hati saya nyaman.

Rumah makan berbentuk semacam joglo, diapit ladang dan terbuka di sisi kanan kirinya. Memungkinkan kita untuk memandang keluar dan merasakan semilir angin sambil duduk menunggu pesanan datang. Bangku-bangku dan partisi kayu jati lama, lantai tanpa keramik, dinding bata merah, lampu taman klasik, tempat luas dan lengkap dengan bale-bale, mengingatkan saya kepada rumah simbah. Buat saya yang tidak terlalu suka keramaian, berada disini saja sudah cukup menghibur. Namun ada ternyata ada juga fasilitas karaoke untuk yang ingin lebih memeriahkan suasana. Mulai dari lagu lawas, sampai terkini. Lagu bahasa Indonesia, Barat sampai Mandarin. Semua lengkap, tinggal pilih, setel, dan nyanyi ! Gratis dan sepuasnya. Ada juga bangku dan meja di teras, yang kalau malam tiba akan disirami cahaya dari lampu taman, pasti syahdu. Aish πŸ˜€

P_20151010_113435_BF

P_20151010_113333_BF

Sambil ngobrol dengan teman-teman, seperti biasa saya bengong hehe. Saya berpikir kenapa sang pemilik memilih membuka Rumah Makan jauh dari keramaian seperti ini. Bukankan akan lebih menguntungkan bila membuka usaha dengan mendekati pusat keramaian. Apalagi dengan menu seperti Nasi Goreng Spesial, Bakmi Goreng/Godog, Ayam Rica-Rica, Capcay dan beberapa menu lokal lainnya, tentu akan sangat laris manis. Saya sempat merasakan semua menu itu, dengan harga makanan 2500 – 12.500 dan minuman 2000 – 8000 saja saya bisa mendapatkan pelayanan dan rasa makanan yang memuaskan.

sang Bakmi Goreng yang cetarr spesialnya :D

sang Bakmi Goreng yang cetarr spesialnya :D

Nasi Goreng Spesial feat Rica-Rica Ayam yang ndak kalah spesial ;)

Nasi Goreng Spesial feat Rica-Rica Ayam yang ndak kalah spesial ;)

kalau satu ini, tentu favorite nya emak-emak yang lagi (niat ndak niat) diyet kaya saya ;D

kalau satu ini, tentu favorite nya emak-emak yang lagi (niat ndak niat) diyet kaya saya ;D

Pertanyaan saya tadi terjawab ketika bertemu langsung dengan Pak Lanjar, nama yang sama dengan rumah makan ini, Warung Pak Lanjar. Dengan tampilan yang sangat sederhana, dengan masih lap masak tergantung dari saku celananya beliau menyalami kami dengan sangat ramah. Ya, beliau pemilik sekaligus memasak sendiri makanannya disini. Saya dengar beliau sangat berpengalaman dalam bidang kuliner, memasak untuk orang penting dan puluhan tahun di hotel hotel berbintang. Tapi buat saya bukan itu kelebihan beliau. Dari sorot mata dan lengkung senyumnya saya melihat ketulusan. Ah saya tidak tau pasti, tapi saya seperti merasakan bahwa bukan hanya mencari keuntungan yang beliau cari, tapi mengalirkan kebaikan. Semoga berkah, Pak !

Untuk saya, inilah gambaran Yogya yang sesungguhnya.

Dan saya pasti akan kembali lagi untuk Sayur Lodeh, Roti dan Pisang Bakarnya ! πŸ˜‰

P_20151010_123715_BF

senyumnya makin sumringah setelah satu-satu makanan enak keluar ;D

senyumnya makin sumringah setelah satu-satu makanan enak keluar ;D

Oh iya, karena tempatnya yang luas disini bisa untuk menggelar acara-acara formil atau non formil untuk group. Tanpa dikenakan tambahan biaya untuk tempat. Silahkan hubungi kontak yang di bawah ini untuk tanya-tanya ya. Atau mungkin ada yang penasaran ingin langsung icip-icip macam-macam menu spesialnya, bisa langsung ke tepatnya Ds. Banteran, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. dari arah Monjali (Monumen Jogja Kembali), sila masuk ke timur ke Jl. Palagan. Lanjutkan perjalanan sampai melewati Hyatt Regency Yogyakarta Hotel, terus saja sampai melewati belokan tajam ke kiri akan menemui jalanan bercabang, ambil arah kiri. Boleh pelan-pelan dari jalan kiri ini, di sebelah kanan nanti akan ada plang besar Warung Pak Lanjar, ikuti belok kanan dan 50 meter lagi akan sampai di rumah makan tersebut daaaan selamat bersenang-senang ! πŸ˜€

P_20151010_133146_BF

Telp: (0274) 883552
Instagram : @WarungPakLanjar
Website : www.warungpaklanjar.com

Pantai Drini

Enaknya jadi kakakIkan AnehAwDanu sang bapak kosMemantaiUndercover BoyPayung BiruIkan ikanGirangnyaBanci Payung

Lomba Rendem

.. dan kamipun pulang dengan hati senang πŸ˜‰(Wonosari Beach – November 2009)

Recent Fav'

Kalo tidak salah, bapak penjual Mie Ayam ini, pagi – pagi sudah mejeng disekitaran RS Kramat, Jalan Kramat – Jakarta Pusat. Tepatnya di seberang sekolah Muhammadiyah. Rp. 7.500,- (termasuk 3 butir bakso, dan 3 helai pangsit goreng).

Tahu Campur khas Lamongan, begitu judulnya. Mulai buka kira – kira lepas waktu sholat Maghrib. Tempat berjualannya sejajar dengan McD Tebet, Jalan Soepomo Tebet – Jakarta Pusat. Kurang lebih Rp. 8.000,- . Khusus penggemar telur yang ingin menambahkan telur pada menu ini, jangan lupa memesan dengan embel – embel “telur”.

Tahu Tek, juga khas Lamongan. Seatap dengan Tahu Campur. Ada juga Soto yang lagi – lagi khas Lamongan, sayang tiada sempat memotret. Harganya pun sekitar Rp. 8.000,- Dengan porsi yang dijamin cukup buat mengganjal lambung berukuran Medium.

Sate Padang yang satu ini, adanya di dekat rumah saya, sekitaran Rawamangun – Jakarta Timur. Di salah satu sisi trotoarnya Pasar Sunan Giri, yang sejajar dengan seberangan dengan Rumah Makan Sederhana yang harganya tidak sederhana. Buka dari siang sampai malam. Harganya kalo tidak salah Rp. 10.000,- untuk 8 tusuk. Harga juga bisa disesuaikan bagi yang ingin menambah tusukan (dengan isi tentunya)

Sekian perburuan kuliner untuk kali ini. Mudah – mudahan rejeki terus mengalir, supaya bisa terus melahap makanan yang enak. Aamiin. Bagi yang berminat, dan butuh jasa saya sebagai guide, dengan senang hati saya akan meluangkan waktu dan lambung saya πŸ˜‰

Perut kenyang, hati senang πŸ˜€