Bakso Pangsit Ayam Udang

Karena tergiur diskon gede-gedean di pembukaan hypermart baru dekat rumah, saya memborong banyak daging ayam cincang dan udang jerbung yang padahal saya belum tau mau dibuat nanti. Pikir saya, ah yang penting sudah ada di rumah dulu, besok baru dipikir mau masak apa.

Semalaman itu masih belum punya ide, sampai esok paginya saya membaca salah satu upload foto teman saya di situs facebook, dimana dia membuat pangsit rebus untuk mpasi anaknya. “Nah! ini diaaa” pikir saya. Malamnya saya baru membeli kulit pangsit siap pakai (karena ubek-ubek pasar di dekat rumah ternyata ndak ada), 7k untuk 20 lembar pangsit)

ini bentuk jadinya ;)

ini bentuk jadinya ;)

Karena saya tipe pemalas, jadilah saya putuskan untuk menghabiskan kesemua bahan yang ada, setidaknya dibuat adonan siap masak sisanya. Tapi andai ke-20 pangsit tersebut dibuat pangsit rebus, sepertinya kok ya membosankan. Akhirnya saya modifikasi menjadi beberapa bentuk masakan.

Bahan isian :
150gr daging ayam cincang
100gr udang jerbung cincang (resep asli pakai ikan)
2 bawang merah + 2 bawang putih haluskan
daun bawang cincang secukupnya
lada, garam, merica, kaldu bubuk sesuai selera
1 telur ayam kocok lepas
2 sdm tepung tapioka
resep asli pake minyak wijen (saya skip, karena mahal xD )

– semua bahan aduk rata, saya buat 3 bentuk :

1. Pangsit Rebus

Bentuk di dalam kulit pangsit, kukus selama 30 menit (jangan lupa olesin sedikit minyak di dasar kukusan, biar ndak lengket). Setelah itu bisa langsung disusun di atas mangkok sebelum disiram kuah.

2. Pangsit Goreng

Bentuk di dalam kulit pangsit, kukus selama 30 menit lalu goreng sampai kekuningan, angkat.

3. Bakso Ayam – Udang

Sisa adonan dibentuk bulat-bulat
Masukkan ke dalam rebusan kuah pangsit yg sedang mendidih sampai mengapung.

Kuah Pangsit/Bakso :
500ml air kaldu (bisa ditambah kaldu asli)
4 bawang putih cincang halus
garam, kaldu bubuk sesuai selera
resep asli pake kecap asin (aku ndak pake karna lupa, selak laper)

*proses pembuatannya lupa difoto, karena terburu-buru mengejar jam makan siang Adam πŸ˜€

Karena diutamakan untuk makanan Adam, saya tambahkan sayuran wortel yang sudah diiris halus panjang-panjang ke dalam kuah. Sebelum disajikan, tambahkan soun yg sudah direbus.

Setelah semua disusun dalam mangkok, siram dengan kuah dan taburi bawang goreng deh. Untuk yang suka, bisa ditambah saus pedes lebih enyus. Dimakan panas-panas, bikin perut jadi haaangat!

Adam lahap sekali makannya, apalagi ketika saya tambahkan telur rebus bulat ke dalam mangkoknya. Ibuknya ikut lahap, karena hepi bisa membuat Adam lahap makan hihihi πŸ˜‰

Cumi Lombok Hijau

Mau posting resep makanan lagi aja deh, gpp dong yaa .. Daripada posting yang bikin mumet-mumet hihihi.

Awalnya karena saya sukaaaa sekali dengan cumi. Mau dimasak apapun, pasti habis kalo sudah di depan mata. Jadi waktu awal-awal tinggal bareng suami, di tempat yang ada dapurnya, selain eksperimen ayam goreng (yang mana adalah makanan favorite suami) cumi adalah menu eksperimen prioritas kedua. Setelah mencoba berbagai macam olahan cumi yang dicontek dari resep sana-sini, ternyata yang paling bikin penasaran adalah Cumi Lombok Hijau. Tapi setelah sering kali mencoba cara memasak cumi, entah itu digoreng 1/2 matang, digoreng tepung atau direbus terlebih dahulu, hasilnya tetap sama; cuminya selalu masih terasa keras saat mau dimakan *doh*

Pencerahanpun datang tadi pagi, saat belanja di ibu penjual ikan laut yang seminggu sekali keliling komplek perumahan. Saya nekat bertanya; “bu, saya kalo masak cumi .. kok selalu keras ya? perlu diolah apa, atau dikasih apa gitu bu, biar lunak?” Sang ibu penjual ikanpun menjawab; “neng, masak cumi itu ndak usah lama-lama, cukup sebentar saja, 1-3menit. supaya ndak keras, semakin lama dimasak nanti akan semakin keras.” Dalam hati langsung manggut-manggut sendiri, ternyata begitu tho rahasia memasak cumi.

Siangnyapun langsung saya praktekkan. Cumi yg biasanya saya masak apa adanya (kadang air rebusan yg masih berwarna tinta, ikut saya masukkan, karna memang masakan jadi lebih gurih. tetapi merusak “pemandangan” masakan yang akan menjadi legam), kali ini saya bersihkan semuanya. Termasuk kulit ari/tipis cumi yang berwarna hitam menerawang itu. Ingin masakan kali ini, rasanya tidak terganggu dari gurih tinta cumi. Cara memasaknya mudah, dan cepat.

Bahan-bahan
Cumi segar (bersihkan, kupas kulitnya, potong-potong sesuai selera)
2 sdm margarine
Bawang putih 2 siung
Bawang merah 3 siung
Serei 1 buah (geprek)
Lengkuas 3 cm (geprek)
Air putih 100ml
Cabe hijau besar (iris serong)
Cabe rawit merah (iris serong)
Daun jeruk 2 lembar
Air jeruk nipis (peras dari 1/2 butir jeruk nipis)
4 buah tomat kecil, belah 2 (atau 1 buah tomat besar, potong dadu)

Cara membuat
Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang merah
Masukkan cabe hijau, cabe rawit, serei dan lengkuas, sampai aroma harum keluar
Masukkan cumi, tomat dan air jeruk nipis. Aduk rata, tambahkan air, gula dan garam sesuai selera
Tunggu sampai bumbu teraduk rata, dan cumi empuk
Angkat dari wajan, sajikan

Nah! Beginilah hasilnya. Waktu memasak jadi lebih singkat, cumipun kriyes-kriyes, empug dimakan πŸ˜‰

Avocado Soup

Setelah terbangun dini hari tadi, rencananya ingin sekalian menyiapkan sarapan untuk Adam. Masih berhubungan dengan proses tumbuh-gigi-nya, Adam jadi lebih picky soal makanan sekarang. Jadilah berkreasi makanan ini itu, supaya nafsu makan Adam timbul lagi.

Browsing sana-sini, kok ya bahan-bahan yang dibutuhkan tidak semuanya ada di dalam kulkas. Akhirnya memutuskan untuk browsing resep-resep masakan yang bahan bakunya memang sudah tersedia saja. Pikir-pikir kok ya bosan dengan bahan sayuran yang itu saja, sepertinya lucu kalo mencoba alpukat sebagai bahan baku soup. Coba-coba browsing, YAY! ternyata ada! Walaupun ternyata cara membuatnya mudah, tapi berhubung butuh menggunakan blender jadilah terpaksa ditunda besok pagi menunggu Adam bangun dulu. Pas kebetulan juga ngantuk sudah datang lagi, jadi mau dilanjut tidur dulu, hihi.

Jadi resepnya ditulis disini dulu saja ya; penampakan dan review rasa menyusul.


Avocado Soup

Bahan-bahan:
1 buah alpukat matang
1/2 bawang bombay atau sesuai selera, cincang
1 siung bawang putih atau sesuai selera, geprek
2 SDM air jeruk nipis
350 ml air
1 SDM cuka atau sesuai selera
1 SDM kecap asin atau sesuai selera
Garam, Lada, bubuk kaldu

Petunjuk
1. Belah alpukat, kemudian ambil dagingnya.
2. Blender semua bahan jadi satu, kecuali air.
3. Jika semua sudah tercampur rata dan halus, masukkan air pelan-pelan.
4. Aduk sampai air tercampur rata dengan bahan yang sudah dihaluskan.
5. Sajikan dingin dan tutup rapat dengan folie

Tips: sup ini mudah menjadi hitam, karena itu disarankan dua jam sebelum dihidangkan barulah dibuat sup ini. Buatnya mudah dan cepat kok, kemudian masukkan ke lemari es, tutup rapat dengan folie.
Enak juga kalau dicampur pake cream.

Resep di atas, diambil dari sini.

Soup Pertama Adam

Semenjak Adam mulai diare kambuhan hampir 2 bulan, nafsu makannya turun drastis. Yang tadinya hampir tidak pernah menolak disuap apapun, menjadi hampir selalu menolak makanan yang sudah dibuatkan untuknya.

Bukannya tidak mau berkreasi dengan resep yang variatif, tapi Adampun hanya mau menerima makanan yang itu-itu saja. Seputaran nasi tim dengan variasi kombinasi sayuran, antara lain wortel, brokoli, buncis, bayam, biet merah, kacang hijau, kentang, jagung manis, labu kuning dengan lauk antara lain hati ayam, belut, kuning telur, dan daging ayam. Namun sekarang makin sulit saja memberi Adam makanan seperti diatas, akhirnya saya mencoba untuk mulai memberi bumbu dapur pada makanannya. Mulai dengan bawang merah-putih, salam, serai. Sedikit demi sedikit, Adam mulai mau untuk makan lebih dari biasanya. Alhamdulillah.

Seperti hari ini, saya mencoba membuat soup tahu ayam sebagai pendamping bubur saring kaldu dan kuning telur rebus. Awalnya gegara kemarin saya mencoba menu baru untuk Adam, yaitu tahu ayam kukus, yang ternyata Adam kurang suka karena teksturnya yang masih kasar (walaupun daging ayam yang dipakai sudah dibuat selembut mungkin dengan cara direbus empuk dan diblender). Alhasil masih tersisa banyak dan saya simpan di kulkas.

Dengan bermodal nekat dan sisa sayuran yang ada di kulkas, sayapun akhirnya berkreasi memodifikasi menu gagal kemarin.

Resep Tahu Ayam Kukus

Bahan :
2 siung bawang merah + 2 siung bawang putih + 2 butir kemiri (haluskan)
2 buah tahu putih (hancurkan)
Wortel secukupnya (rebus lalu parut)
Daging ayam/sapi (giling halus)

Cara membuat:
Tumis bumbu halus hingga wangi
Masukkan ayam cincang dan wortel parut masak sampai setengah
matang, angkat, masukkan dalam cetakan dan kukus hingga matang.
Sajikan.

Resep (Modifikasi) Soup Tahu Ayam

Bahan :
Air kaldu ayam/sapi
Wortel dan kentang secukupnya (rebus setengah matang, lalu parut)
Bawang merah, bawang putih
Telur ayam (diambil kuningnya saja)
Tahu-ayam yang sudah ditumis, dihancurkan dan dikukus sebelumnya.
Keju parut

Cara membuat :
Rebus kaldu ayam/sapi sampai mendidih
Masukkan parutan wortel dan kentang masak hingga mendidih
Masukkan tahu-ayam kukus, masak hingga matang
Masukkan kuning telur ayam, diaduk-aduk hingga hancur
Tumis bawang merah-putih di wajan berbeda hingga harum, masukkan ke dalam soup.
Tambahkan daun bawang-seledri untuk penyedap rasa
Tunggu agak dingin, taburkan keju parut.
Lalu sajikan bersama bubur saring beras merah

Dan hasilnya?
Adam makan dengan lahapnya. Yaaaay!

*penampakan lupa dipotret untuk dokumentasi,bayinya keburu lapar hehe*