Kado Kado Terindah

Sewaktu kecil saya punya mimpi menjadi putri raja ..

Setiap hari berpakaian indah, dengan tiara kecil bertahta berlian di kepala, dikelilingi pengawal tegap kemana saya pergi ..

Bermain di hamparan rumput dan bunga harum nan indah.

.. tidur di kamar yang luas, tempat tidur empuk, dengan banyak bantal bersarung satin warna warni terang dengan selimut sutra halus dengan motif senada.

Dan kemudian makan di meja makan yang besar, bersama keluarga, lengkap dengan peralatan makan mewah, dengan aneka hidangan yang lezat.

Yang lebih hebat dari itu semua, saya bisa mendapatkan apapun yang saya inginkan. Dengan perhatian yang berlebihan dan pemenuhan atas segala kebutuhan.

Saya hanya ingin hidup bahagia.

Sejalan usia, satu satu mimpi itu luntur. Pudar. Meranggas bersama harapan harapan indahnya sebuah keluarga harmonis.

Saya tidak punya halaman luas, tidak ada tiara, tanpa pengawal, bahkan meja makan dengan bangku bangku kosong setiap harinya.

Disela badai dan ombak .. berdiri sendiri, menggantungkan tubuh pada langit, membenamkan hati pada kekuasaan pemilik surga dan neraka.

Saya sendiri. Tapi tidak benar benar sendiri. Selalu saja ada tubuh yang menyanggah. Selalu saja ada senyum yang menentramkan. Selalu saja ada tangan yang menuntun.

Di 28 tahun usia.
Tubuh tubuh itu tak lelah bergantian bersiap disisi. Senyum senyum itu tak sudah sudah menawarkan kebahagiaan. Dan tangan tangan itu tak bosan bosan nya menggapai, bahkan dari tempat tergelap sekalipun.

Wahai pemilik tubuh, senyum dan tangan mulia .. Hal hal sederhana yang kalian lakukan, telah menyelamatkan hidup dan mimpi seorang manusia.

Semoga Allah mengembalikan semua yang kalian luangkan, dengan berlipat lipat kebaikan.

.. dan semoga, saya masih diberi umur dan kesempatan untuk menggantikan kalian.

Kalian .. kado kado terindah.

Kering

Ketika sebuah keinginan sederhana tidak harus terpenuhi.

Ketika seonggok perasaan mulai membatu dan berdebu.

Mereka, dua bibit yang memutuskan bersatu, tumbuh bersama untuk menjadi satu pohon. Pohon yang sejalan dengan matahari terbit dan terbenam makin tumbuh menjulang. Bercabang cabang. Melahirkan pucuk-pucuk muda diujung rantingnya. Pucuk muda bergelar harapan.

Pada pucuk-pucuk muda itu mengalir segala kebaikan dan keinginan. Seumpama mimpi yang tertanam dalam-dalam. Mengakar dan mengikat kuat.

Kini..

Pohon bercabang itu makin renta. Rapuh dan limbung dimakan usia. Seakan hendak tumbang terbagi dua.

Pucuk-pucuk nya terlihat pucat. Kering berkerut-kerut.

Menanti jatuh ketanah. Menanti hancur.

889359

.. Ayah, Bunda. Maaf, pucuk itu belum mampu membahagiakan kalian.

Aargh..

23 Agustus – 22 September


Karakter Virgo
Tradisional


Rendah hati dan pemalu
Dapat dipercaya
Praktikal dan rajin
Pandai dan analitikal

Di sisi lain

Khawatir
Terlalu kritis
Perfeksionis

K hawatir, Terlalu kritis dan Perfeksionis? Apa karena sifat-sifat ini, saya merasa bermasalah menghadapi orang-orang egois, sok pintar dan sok berkuasa di sekeliling saya? Cuma bisa menyalahkan tanpa memberi solusi.

A rghh.. Andai saja saya tidak punya sopan santun.