Technicolour – Paloma Faith

Once upon a time, my friends it feels like yesterday
I was living lonesome in a world of disarray
Everything was a black and white, there wasn’t even gray
And every morning waking up on groundhog day

Chorus:
It was all in monochrome without the lies
Just like a silver screen you walk into my life
You taught the stars to light up what we find
I come alive saturated in your charms

W
e kiss the sky and dancing towards rainbows
Now it’s all in technicolor with you

I lived in the blackest house with seven pure white cats
The bleak eyed look of every day hidden deep inside my heart
The notes on the piano now remind me of my past
And now you’re here right by my side I hope that we will last

Chorus

Yellow, orange, pink, red, and blue
Let’s paint the town, darling us two

You bring your pallet and I will sing the sub bar
We are just two birds of a feather

Technicolour – Paloma Faith

Hening


Suatu siang di sebuah ruangan lapang yang senyap dan dingin. Suara denyut alat monitoring membelah hening, kelap kelip indikator berdetak bersama detik jam dinding. Tubuh tubuh setengah nyawa tergeletak tak berdaya.

Malaikat penjemput ruh menanti dengan sabar, sampai hitungan mundur umur berakhir.

Gadis manis, 15 tahun, usai kecelakaan motor bersama teman, saat akan merayakan hari ulang tahun nya, setelah sempat sadar untuk beberapa jam, kemudian tidak lagi bangun sampai seluruh kemampuan pertahanan hidupnya perlahan berhenti bekerja. Ibu yang berulang kali tidak sadar diri ketika dijelaskan, bahwa anak yang pernah dan selalu dia pertaruhkan hidup dan nyawa untuknya itu tidak lagi hidup melainkan atas bantuan alat bantu pernapasan dan obat pemacu jantung. Ayah yang meleleh seluruh keperkasaannya, ketika terpaksa harus melepaskan sendiri semua alat bantu hidup yang melekat ditubuh mungil yang dulu pernah dia sambut lahirnya dengan sukacita dan asma kebesaran Allah, kini asma kebesaran Allah beriringan dengan duka dan kecewa mendalam, saat henti denyut dan napas sang anak terkasih berada di ujung jari-jarinya.

Duda 27 tahun, dengan kondisi yang tidak jauh beda, harus meninggalkan seorang anak perempuan yang belum genap 3 tahun tanpa Ibu. Seorang kakak tidak habis airmata, menggenggam erat tangan yang selama ini dia bimbing, menciumi kaki yang selama diharapkan segala kebaikan untuknya. Mengusap seluruh tubuh yang lemas tanpa reaksi, meratap sambil berharap sang adik terbangun sebelum semua alat bantu hidup dimatikan, sebelum obat pemacu jantung berhenti bekerja.

Suami terbaik dan Ayah tercinta untuk sebuah keluarga besar yang rukun ..

Ibu terhebat sekaligus Istri terkasih ..

Satu satu pergi kembali kepada penciptanya.

..

Setiap orang selalu bermimpi kebaikan, kerap berusaha meraih kebahagiaan. Lupa bahwa kematian adalah yang nyata.

Entah kapan. Entah dimana. Entah bagaimana.

Orang-orang terkasih di sekeliling yang kita pikir tidak lebih penting dari diri kita sendiri, yang kita pikir akan selalu ada kapan saja kita butuh, nyatanya sewaktu-waktu dapat pergi, pun kita sendiri.

Kepada mereka yang meninggalkan kita, segala permohonan maaf yang belum sempat diutarakan. Rasa sesal, amarah dan atau kecewa yang masih dipendam. Tanda cinta dan sayang yang tidak sempat dilakukan. Rahasia gelap yang tidak tuntas dibersihkan. Hanya akan menjadi sampah sisa, tidak berguna. Bergelayut sepanjang umur, di belakang kepala dan di dada.

Hanya butuh beberapa detik dari puluhan ribu detik yang milikmu setiap harinya, sempatkanlah. Demi meringankan segala kesulitan. Di dunia, dan akhirat.

Fade To Black

Life it seems, will fade away
Drifting further every day
Getting lost within myself
Nothing matters no one else
I have lost the will to live
Simply nothing more to give
There is nothing more for me
Need the end to set me free

T
hings are not what they used to be
Missing one inside of me
Deathly lost, this cant be real
Cannot stand this hell I feel
Emptiness is filling me
To the point of agony
Growing darkness taking dawn
I was me, but now hes gone

No one but me can save myself, but its too late
Now I cant think, think why I should even try

Yesterday seems as though it never existed
Death greets me warm, now I will just say good-bye

(Fade To Black – Metallica)

.. ketika aku bilang selalu, itu berarti selamanya.

Dua Jempol Untuk KBRI Singapore

Pernah menumpang kendaraan Taxi dengan supir yang bergelar S1 ? Saya beberapa kali menemukan mengalami itu, obrol punya obrol dengan sang supir, kebanyakan dari mereka mengaku kalau kesulitan ekonomi lah yang memaksa mereka mengambil jalan hampir pintas untuk menjadi seorang supir Taxi. Dengan bermodalkan kemampuan menyetir dan orientasi medan yang baik, setiap orang (bahkan wanita) punya kesempatan untuk berprofesi sebagai supir Taxi.

Menyambung cerita diatas, dimana seorang dengan titel sarjana harus menjalani profesi yang kurang pas dengan kemampuan “intelektual”nya. Lain hal nya dengan para TKI yang bekerja di Singapura, para TKI yang kebanyakan bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) alias pembantu rumah tangga tersebut kini memiliki kesempatan memiliki titel setara D3 sampai S1 dengan biaya yang amat terjangkau. KBRI di negara Singapura membuka Universitas Terbuka pada akhir pekan, dengan biaya pendaftaran dan biaya persemester SGD 50 atau sekitar Rp. 350.000,- (bandingkan dengan biaya pendidikan di Indonesia). Dengan empat jurusan S1, yaitu jurusan Ilmu Pemerintahan, Ilmu Administrasi, Manajemen dan Akuntasi dan satu jurusan D3 yaitu Bahasa Inggris. Tidak tanggung tanggung, para TKI itupun berpenampilan layaknya mahasiswa ibukota yang biasa kita temui, dengan pakaian modis dan rapih, lengkap dengan laptop dan handphone. Mereka juga tidak jarang berdiskusi tentang pelajaran yang mereka dapat atau seputaran berita internasional, dalam bahasa Inggris yang fasih.

Selain itu fasilitas yang dinamai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kerja bagi PLRT dan berada di kompleks Sekolah Indonesia di Siglap Road tersebut juga membuka kelas jenjang pendidikan formal lain, semisal setara SMP dan SMA. Kelas lain yang dibuka adalah kursus Bahasa Mandarin dan kursus Komputer. Sejak dibuka tahun 2006, hingga kini peserta berbagai kelas pendidikan dan kursus mencapai 85 ribu PLRT, 11 ribu tenaga profesional, dan 10 ribu pelaut asal Indonesia, terbagi dalam 6 angkatan.

Jadi, saat nanti mereka kembali ke Indonesia, punya kebanggaan lain selain dapat menghidupi keluarganya dengan layak, juga memiliki banyak keterampilan yang diakui dan memiliki titel sampai Sarjana. Dan jangan lupa, mereka lulusan luar negeri lhoo .. :shock: :shock:

Peserta UT KBRI Singapore

Peserta UT KBRI Singapore

Aku

Dalam detik berdetak
Dalam kelam tenggelam

Menyusur busur hingga ke ujung
Melintas batas tanpa terhenti

Tak bergeming jasad diterpa renta
Menggapai asa ditengah hampa

Terang yang memanggang
Gelap membungkus kedap

Aku, tak akan berhenti menangkap air .. tak akan menyerah mengejar angin

Memenangkan apa yang sudah dituliskan tinta nasib
Menantang hidup dengan segala episode tangis dan tawa nya
.. dengan segala noda dan kesucian nya

Happy Ied !

Allah SWT adalah zat yang maha dasyat ..
Maha menggerakkan segala hal, sebesar dan sekecil zarahpun
Maha memberi kenikmatan, dan maha penentu atas langit dan bumi, dunia dan akhirat

Maka janganlan berhitung atas pahala dan ibadah yang kita buat.
Melainkan bersyukur atas kebesaranNya

Happy Ied
Minal aidin wal’faidzin ;)

Kado Kado Terindah

Sewaktu kecil saya punya mimpi menjadi putri raja ..

Setiap hari berpakaian indah, dengan tiara kecil bertahta berlian di kepala, dikelilingi pengawal tegap kemana saya pergi ..

Bermain di hamparan rumput dan bunga harum nan indah.

.. tidur di kamar yang luas, tempat tidur empuk, dengan banyak bantal bersarung satin warna warni terang dengan selimut sutra halus dengan motif senada.

Dan kemudian makan di meja makan yang besar, bersama keluarga, lengkap dengan peralatan makan mewah, dengan aneka hidangan yang lezat.

Yang lebih hebat dari itu semua, saya bisa mendapatkan apapun yang saya inginkan. Dengan perhatian yang berlebihan dan pemenuhan atas segala kebutuhan.

Saya hanya ingin hidup bahagia.

Sejalan usia, satu satu mimpi itu luntur. Pudar. Meranggas bersama harapan harapan indahnya sebuah keluarga harmonis.

Saya tidak punya halaman luas, tidak ada tiara, tanpa pengawal, bahkan meja makan dengan bangku bangku kosong setiap harinya.

Disela badai dan ombak .. berdiri sendiri, menggantungkan tubuh pada langit, membenamkan hati pada kekuasaan pemilik surga dan neraka.

Saya sendiri. Tapi tidak benar benar sendiri. Selalu saja ada tubuh yang menyanggah. Selalu saja ada senyum yang menentramkan. Selalu saja ada tangan yang menuntun.

Di 28 tahun usia.
Tubuh tubuh itu tak lelah bergantian bersiap disisi. Senyum senyum itu tak sudah sudah menawarkan kebahagiaan. Dan tangan tangan itu tak bosan bosan nya menggapai, bahkan dari tempat tergelap sekalipun.

Wahai pemilik tubuh, senyum dan tangan mulia .. Hal hal sederhana yang kalian lakukan, telah menyelamatkan hidup dan mimpi seorang manusia.

Semoga Allah mengembalikan semua yang kalian luangkan, dengan berlipat lipat kebaikan.

.. dan semoga, saya masih diberi umur dan kesempatan untuk menggantikan kalian.

Kalian .. kado kado terindah.

Kering

Ketika sebuah keinginan sederhana tidak harus terpenuhi.

Ketika seonggok perasaan mulai membatu dan berdebu.

Mereka, dua bibit yang memutuskan bersatu, tumbuh bersama untuk menjadi satu pohon. Pohon yang sejalan dengan matahari terbit dan terbenam makin tumbuh menjulang. Bercabang cabang. Melahirkan pucuk-pucuk muda diujung rantingnya. Pucuk muda bergelar harapan.

Pada pucuk-pucuk muda itu mengalir segala kebaikan dan keinginan. Seumpama mimpi yang tertanam dalam-dalam. Mengakar dan mengikat kuat.

Kini..

Pohon bercabang itu makin renta. Rapuh dan limbung dimakan usia. Seakan hendak tumbang terbagi dua.

Pucuk-pucuk nya terlihat pucat. Kering berkerut-kerut.

Menanti jatuh ketanah. Menanti hancur.

889359

.. Ayah, Bunda. Maaf, pucuk itu belum mampu membahagiakan kalian.

20/08/2009

S ayang ..

Aku marah !

Aku meradang .. dan aku tiba tiba menyesal duduk disamping dirimu yang terlelap dengan tenang pagi ini.

S ayang .. aku kecewa

Aku benci .. dan selanjutnya merasa tidak berguna ada untukmu hampir 3 tahun terakhir ini.

T api kemudian aku meluruh, berbagi amarah dengan udara yang makin sesak. Berbagi sebulir airmata dengan sebongkah keyakinan yang tersisa.

K eyakinan bahwa pendirianmu masih sejalan dengan mimpi kita.

K eyakinan bahwa ketika kita masih diberi waktu untuk menghabiskan waktu bersama, adalah sesuatu yang bukan sia-sia.

W alau bersama bukan untuk selamanya, suatu saat nanti pasti akan berakhir. Aku ingin bersamamu sampai detik itu tiba.

1

Siapa bilang Tuhan tidak adil ?

B ahwa rejeki datangnya tidak terduga ..

S esuatu yang seperti sudah tidak mungkin, bisa saja muncul di depan mata.

.. contohnya kejadian sepele sore ini, saya masih punya kesempatan nonton Ice Age 3 di bioskop !

YES !!!