Bertengkar dengan pasangan itu adalah default. Wajar. Tetapi menjadi amat sangat tidak keren, bila anda atau pasangan melakukannya di area publik.
Contohnya seperti yang saya alami sekarang. Sepasang kekasih (atau entah suami istri), yang duduk selang satu user disamping saya, tiba tiba mengeluarkan suara-suara berinotasi tinggi dan gebrak gebrakan di kubik setengah terbuka. Tentunya bukan hanya saya, tetapi seluruh pengguna warnet yang saat itu sedang khusuk-khusuknya “beribadah”, kontan mengalihkan pandangan ke arah mereka, dengan tidak lupa memasang wajah heran, dan terganggu. Sejenak mereka diam. Kamipun kembali ke aktivitas sebelumnya. Namun dalam hitungan detik, intonasi tinggi itu kembali terdengar, kali ini diikuti dengan goyangan di kubik.
Saya tidak tau apa yang mereka ributkan. Dan tidak mau tau. Yang saya sayangkan adalah, bagaimana mereka mengekspresikan rasa amarah mereka dalam suatu tindakan yang bisa saya bilang menganggu “urusan” orang lain, mengingat mereka melakukannya di area publik. Bukan sekali ini saja saya mendapati hal seperti diatas. Dulu sekali, bahkan saya punya teman, pasangan kekasih, yang bila bertengkar bukan hanya menggunakan kekuatan suara, tapi juga otot. Lemparan botol, gelas atau saling memukul adalah hal yang lumrah kami dan kawan lain dapati saat mereka sedang dipuncak amarah. Bahkan saya pernah mendapati salah satu dari mereka menabrakkan diri beserta motor yang dia bawa saat itu ke suatu tiang listrik. Bodoh.
Iya, bodoh. Cuma kata itu yang terlintas di pikiran saya. Saat mendapati adegan adegan pertengkaran antar kekasih di area publik, di jalan raya, kantor, tempat wisata, mall, komunitas online, dimanapun.
Bodoh karena apapun yang kalian umbar disana adalah tidak lain dan tidak bukan adalah ego untuk saling memenangkan apa yang kalian masing-masing anggap benar. Terlihat oleh orang lain, adalah kesempatan untuk mencari simpati. Bukan untuk mencari apa yang benar-benar kalian butuhkan untuk menyelesaikan akar dari pertengkaran. Buang-buang waktu.
Bodoh karena secara tidak langsung, kalian memberi label buruk pada pasangan masing-masing untuk kemudian nantinya diberi penilaian oleh publik. Dengan mudahnya.
Bodoh karena telah membuang energi dan merugikan diri sendiri, untuk sesuatu yang mungkin tidak kalian butuhkan di masa datang. Atau berakhir dengan penyesalan yang berkepanjangan... Berilah kesempatan bagi anda dan pasangan untuk saling memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk menyadari apa yang telah diperbuat sehingga membuat pasangan merasa tidak nyaman.
Menjauhlah dari area publik. Sehingga anda dan pasangan mempunyai ruang pribadi yang cukup untuk menggunakan akal sehat. Bukan memutuskan sesuatu dengan terburu-buru, atau mengandalkan ego dan gengsi.
Dan apapun kesalahan pasangan anda, mereka punya hak untuk didengarkan. Jangan khawatir, setelah itu, anda akan memiliki kekuasaan penuh untuk memutuskan.
Salam damai ..

11 Comments
terima kasih atas tulisan ini, saia sempat bertindak bodoh waktu itu dan sekali lagi terima kasih
ndak semua orang bisa menguasai emosi dengan bijak, tapi untuk kasus di atas… emg prikitiuw tuh org
oalaahh..pindah blog ya jeng.. pantess tiap kali berkunjung ke blog yg dulu kok ndak pernah update..lu
Sejenak mereka diam. Kamipun kembali ke aktivitas sebelumnya. Namun dalam hitungan detik, intonasi tinggi itu kembali terdengar, kali ini diikuti dengan goyangan di kubik.
apa intonasi tingginya berupa erangan? : )) : )) : ))
huahahahahaha ini berantem atau… : )) : ))
*datang2 malah nerusuhi lapak* kaburrrr weakakakaka
Pindah sini thoo
mungkin mereka sengaja biar lucu
hahahahaha….sampe kubikelnya goyang-goyang? bener2 mencurigakan, bertengkar atau apa ya? lagian seneng banget sih desek2an di 1 kubikel sempit berdua?
nyahahahaha kubikel bergoyang
pernah nonton pasangan yang berantem kayak gitu di kedai kopi, berasa nonton sinetron siaran langsung
salam kenal ya mba kopasus hihihi
Bertengkarlah dengan baik dan benar, menggunakan kaidah bahasa Indonesia dengan tepat. Perhatikan tanda seru, tanda tanya, titik koma, dan seterusnya.
boleh kali kapan kapan bertengkar.. biar gak “fals” xixixixix (mikir di tempat umum mana yah enaknya) *nging*
kadang memang terlihat aneh
absurd
tapi ya itulah manusia, beda2 sifat, watak dan kelakuan :0
salam !
kakak gak bilang-bilang pindah blog :p
aku ada tips kak…
kalau berantem paling enak chatting, sms atau kirim email
kadang intonasi yg meninggi bisa memacu amarah semakin menjadi… dan kalau berantem biasanya kita gak akan mendengar, lebih ke ngomong…
nah klo tulisan kan bisa dipikir dulu, dibaca ulang, dan pastinya kita baca dong apa yang ditulis pasangan… hihihiii…
trus bener deh kaya kakak tulis… kasih waktu utk sama-sama mikir dulu.
Write a Comment