Pada kelam kutambat angan dan gairah tentang peluh dan daging bernyawa. Membiarkan nya terus berguncang dihempas riak bola-bola air yang saling bergesekan kemudian pecah. Berulang.

Tubuh sebentuk asap. Dingin, mengambang dan samar. Menyeka tiap pori-pori kulit. Menyusup tiap lubang disudut sudut raga. Perih.

Kutukar airmata demi sekelebat kehangatan jemari kekar. Pula kurajang harga diri ini untuk sebuah sudut sempit diujung lapang pandang terjauhmu.

Kamu mematung. Bakaran dupa memeluk erat, dengan kakimu terikat kuat pada akar-mengakar yang berurat. Bahkan sebelum kehidupanmu sebelumnya usai.

Pun, aku tertidur malam ini, dengan isi kepala tergantung dalam sangkar berjeruji rapat. Berdesakan dengan amarah, nyeri dah rindu.

bali sunset