Hun,

Muromachi
07/6/2007 11:13 pm

Hun, I have no pretty face, no fantastic ability .. nor other phenomenon gift. But I own Ur heart, and I need nutin more. ;)

.: Wah, kalo orang lagi jatuh cinta *melow mode on* selalu yah :.

Don't Stop The Music

Get the Flash Player to see this player.

J edugzz.. J edugzz.. J edugzz..

*lempar-lempar kepala ke udara sambil motoran nyelip-nyelip di antara mobil, bajaj dan motor*

10 habits for homework

H ore! Dapet PR lagi ;) dari salah satu Sahabat lama, Ifa. Tugasnya adalah menuliskan kebiasaan kita, setidaknya sepuluh kebiasaan. Wah .. Oks saya coba ingat-ingat yah

  1. Tidur tanpa bantal. Kebiasaan baru sebenarnya, sejak menderita cidera tulang belakang tahun lalu. Jadi posisi tidur lurus benar-benar saya cari.
  2. Selalu bolak-balik keluar masuk kamar mandi sebelum akhirnya memulai mandi beneran. Selalu ada saja yang ketinggalan :D
  3. Susah diajak ngobrol hal yang serius. Biasanya harus mikir lama dulu sebelum akhirnya kasih komentar. Apalagi dalam forum.
  4. SKSD sama orang yang baru kenal.
  5. Kalau marah, seringnya kabur. Tapi cepat pulihnya.
  6. Mengitung jumlah uang dalam pecahan, malam hari sebelum tidur.
  7. Kalau lagi suka sama satu barang selalu dipakai berturut-turut.
  8. Minum kopi.
  9. Menunda pekerjaan.
  10. Tidur saat ada waktu luang.

N ah.. sekian 10 kebiasaan saya. Sekarang sesuai aturannya, saya akan meng-estafetkan PR ini ke beberapa Sahabat saya yang lain. Mereka adalah Luvie, Abi, Uwie, PejantanTambun, eskopidantipi, Citra, dan ipied

S elamat mengerjakan PR ! :D

Mudik Tahun Ini

S etiap lebaran, biasanya saya dan keluarga mudik ke kampung halaman Bapak di salah satu kota di daerah Jawa Tengah. Tentunya menjadi bagian dari berjuta-juta orang yang rela meluangkan waktu, energi dan materi demi menjaga tradisi yang telah terwarisi selama turun-menurun. Berangkat tiga atau empat hari sebelum Hari Raya Iedul Fitri, kami menghabiskan berpuluh-puluh jam dalam kendaraan, melakukan aktivitas harian dalam keterbatasan. Sahur dadakan dan menunda berbuka, menikmati perjalanan dengan terik matahari dan macet sepanjang berpuluh-puluh kilometer, menahan buang air, mencari mesjid yang nyaman untuk beribadah atau pom-bensin untuk sekedar membersihkan diri alakadarnya sambil beristirahat sejenak.

M engambil rute yang dianggap paling aman dan cepat ternyata tidak menjamin kenyamanan selama berkendara. Tidak jarang kami terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan, misalnya melalui jalan alternatif yang ternyata malah menyulitkan karena kondisi jalan-nya yang biasanya sempit, rusak atau berputar-putar tidak jelas tanpa petunjuk.

B erpuasa dalam perjalanan juga bukan satu pilihan yang menyenangkan, selain waktu terasa berjalan lebih lambat karena tidak banyak hal yang bisa dilakukan dalam kendaraan, kondisi iklim negara yg tropis ini juga menyumbang perasaan keberatan untuk berlama-lama berada di jalan. Belum lagi berpuluh bahkan ratusan restoran dengan tanpa bersalah me-mejeng menu andalannya. Atau penjual makanan pinggiran yang secara langsung menjajakan dagangannya.

K amipun harus rela berdesak-desakan dalam kendaraan, berbagi ruang dengan saudara atau kenalan orangtua yang kebetulan mudik searah dengan perjalanan kami, beserta barang-barang bawaan yang selalu saja terasa berlebih.

S aya selalu saja keberatan tiap tahunnya. Selalu enggan ber-packing kebutuhan mudik dan makin malas sampai hari keberangkatan tiba.

B apak sang kepala koordinator perjalanan mudik, selalu menyemangati kami. Tidak putusnya menertawakan keadaan kami dalam perjalanan mudik, sekedar menyulut letup letup semangat mudik.

“Nduk.. bule pasti pasti pada heran kalo liat kita di TV, melihat kita mengantri dan bersusah payah di jalan serentak untuk pulang kampung. Di luar negeri sana ndak ada tradisi mudik lho..”

“Nduk.. lihat itu yang mudik diatas mobil pickup, kasihan ya. Panas-panas, bertumpuk-tumpuk dengan barang dan penumpang lain. Kita ndak boleh kalah lho Nduk”

B iasanya saya tidak banyak berkomentar. Selain senyum kecut karena kelelahan atau sekedar bosan. Sesekali menimpali sekedarnya. Bunda pun tidak mau kalah, dengan selalu memenuhi kebutuhan makanan dan cemilan selama perjalanan dan melengkapi kebutuhan berlebaran lain.

S elain itu, hal yang paling tidak saya nikmati dalam perjalanan adalah saat Bapak dan Bunda berselisih tentang banyak hal, bahkan hal-hal sepele. Seringnya berkepanjangan dan membuat suasana menjadi tegang. Terasa seperti membawa granat dalam saku celana.

D ibalik itu semua, kebersamaan selalu menjadi bagian dalam perjalanan. Kami makan bersama, beribadah dan beristirahat bersama, bahkan buang air kecil bersama. Hal yang amat sangat jarang saya alami dalam keseharian. Biasanya kami terbenam dalam kesibukan masing-masing, setia pada jarak dan bangunan yang kami bangun diantara hati kami. Menghormati ketidak-harmonisan Bapak dan Bunda, menjadikannya kuil suci yang tidak berani kami sentuh.

T api semua hal itu tidak lagi terjadi tiga tahun belakangan ini. Kuil suci itu menjadi lebih megah. Menjadikan hal disekelilingnya terlihat lebih kecil. Kami merayakan Hari Raya terpisah. Saya dan adik masing-masing bergantian menemani Bapak yang bersikukuh tetap mudik atau Bunda yang ingin tetap di Jakarta.

S embilan hari menuju Hari Raya, saya dan adik kembali terbelenggu dalam pilihan yang kami tidak ingin. Terpisah. Kali ini kami tidak bisa memutuskan akan ikut siapa. Bapak berencana tetap akan mudik, sedangkan Bunda menghadiri pernikahan sepupu saya di Bengkulu. Hari Raya tahun ini mungkin saya dan adik akan tetap di Jakarta. Merayakan hari yang penuh berkah tersebut hanya berdua. Mengingat seluruh keluarga besar kami aka meninggalkan Jakarta.

T iba-tiba saya merindukan terjebak dalam macet berpuluh-puluh kilometer, ingin merasakan lagi terik matahari yang membakar kulit dan menguji iman. Saya kehilangan sesuatu yang tanpa saya sadari sangat berharga. Saya ingin lagi membaur dengan mereka yang dalam penatnya ditemani orang-orang terkasih. Menjalani kesulitan bersama-sama. Ya.. bersama-sama.

B ukan saya tidak akan bersyukur dengan apa adanya hidup saya. Sekedar berbagi. Hanya sebuah cerita sederhana yang mudah-mudahan dapat berguna bagi seluruh Sahabat.

T ernyata hal-hal yang tidak menyenangkan, belum tentu tidak berguna untuk kita.

M ensyukuri kesulitan nyata nya tidak harus sulit kan?

Blank-y

Berhubung lagi blank-y berat, dan ndak ada bahan di posting. Jadilah saya iseng-iseng posting joke-joke jadoel. Boleh nemu di komputer keramat yang dah lama ndak ditoel-toel. Enjoy ;)

*klik Jokes page*

Kepercayaan

Pernah ditipu ?

Dikhianati ?

Dibohongi ?

Lantas, apa yang dirasa..

Kecewa ?

Sakit hati ?

Atau bahkan jadi putus asa ?

. . .

J angan main-main dengan kepercayaan seseorang. Karena hati bukan benda mati.

L ogam bisa berkarat.

B atu bisa pecah.

H ati punya lorong-lorong luas dan penuh rasa. Tidak akan berkarat, karena ada kemampuan untuk memaafkan. Tidak akan pecah, karena luas menampung.

S elalu ada detik selanjutnya bagi tiap kehidupan. Jangan menyerah pada kecewa, sakit hati atau putus asa. Karena tiap hati punya pintu belakang untuk lari dan menyelamatkan diri.

S aya kembali ke Jakarta, membawa oleh-oleh sebentuk hati berbalut kepercayaan. Dan percayalah, kalian semua bisa mendapatkannya juga. Andai tak menyerah.

Hitam

Wahai lentera yang berkedip menembus kelambu badai.

Menyusup di sela angin dan debu pekat.

Bertahankah kau menerangi gelapku… hitamku..

.: Miss you :.

Dapet PR !

Dapet PR belajar masak dari oknum bertanggung jawab. Fiuh. Permintaan-nya sih ndak neko-neko, Teri Kacang. Termasuk masakan fav waktu kecil dulu. Jadi ada unsur pribadi dalam semangat belajarnya. Setelah cari-cari contekan cara membuatnya. Agak lega, ternyata contekan-nya tak sepanjang yang diperkirakan. Mudah-mudahan saya berhasil yah. Biar hati calon ibu mertua sedikit tenang.

Bahan-bahan:

  • 3 buah Kentang diserut
  • 100 gr Ikan Teri
  • 50 gr Kacang Tanah Goreng
  • 4 buah cabe merah potong jadi 3 bagian
  • 1 siung bawang putih cincang halus
  • 4 blok gula merah haluskan supaya gampang
  • 2 sdm makan minyak wijen (bisa minyak sayur)

NB: yang suka pedes bisa pake cabe rawit

Cara Mengolahnya :

  • Tumis cabe merah dan bawang putih sampai harum, lalu masukan kentang, teri dan kacang tanah digoreng kering, aduk rata.
  • Masukan gula merah, sampai larut menyatu dengan bahan-bahan. Angkat dan tiriskan.

* bersambung *

The Silent Evidence

S aat darah, lebam dan bau busuk menyengat berbicara dalam sunyi ..

B ercerita tentang maut. Dan gelap abadi ..

S ebagai salah satu bidang spesialisasi Kedokteran, Ilmu Kedokteran Forensik banyak berperan dalam berbagai sisi kehidupan. Secara langsung berkutat dengan manusia, atau bagian tubuh yang diduga dari manusia. Menjadi petunjuk dan pengganti benda bukti pada kasus pidana adalah peran dari manifestasi usaha penelusuran kejadian tiap kasus, walau tidak hadir pada saat terjadinya kasus tersebut.

P ada korban hidup, kesaksian korban didukung dengan bukti fisik dapat disusun menjadi alur cerita kejadian tindak pidana yang terjadi. Tapi lain hal-nya pada korban tak bernyawa, hanya bukti fisik yang bisa menjadi saksi bisu terjadinya keadaan yang membuat korban kehilangan nyawanya. Bentuk dan kedalaman luka, dapat menunjukkan benda yang menyebabkan. Alur lecet menggambarkan arah benda terhadap tubuh, serta bentuk permukaannya. Lebam dan kaku mayat bersama-sama dapat memperkirakan waktu nyawa sang korban terpisah dari tubuhnya. Petunjuk lain, seperti panjang rambut, kuku, cairan tubuh, bahkan benda yang secara sengaja atau tidak ikut terbawa bersama sang korban, seperti batu, potongan logam atau potongan tanaman, saling menyumbang kemungkinan tentang kejadian meninggalnya korban.

L ebih jauh, pemeriksaan dalam pada korban tak bernyawa, menyangkut pemeriksaan organ-organ seluruh tubuh. Mulai dari otak, alat dan saluran pencernaan, bagian-bagian pendukung pernapasan, jantung, hati, ginjal, bahkan pembuluh darah. Bau, warna, bentuk, ukuran, berat, elastisitas, busa-gas-cairan penyerta menunjukkan tingkat abnormalitasnya. Selanjutnya pemeriksaan histologik secara mikroskopik dan kimiawi, melengkapi rangkaian pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya.

Tempat menimbang jenasah dengan brankar

Disini menimbang organ

The Award

Hampir sebulan yang lalu… (fiuh *sambil flashback*) dapet award dari jeng Luvie yang baik dan menggemaskan ;) Senang sekali. Terimakasih dan maaf baru sempet sekarang bisa posting dan meng-estafetkan award, dan ini aturannya..

Here are the rules to follow:
When you receive the prize you must write a post showing it, together with the name of who has given it to you, and link them back. Choose a minimum of 7 blogs (or even more) that you find brilliant in their content or design. Show their names and links and leave them a comment informing they were prized with ‘Brilliant Weblog’. Show a picture of those who awarded you and those you give the prize (optional). All the bloggers have wonderful work and content in their blog and all deserve to get this. As per the rules I would like to pass this award to my fellow bloggers mentioned below:

  1. Pakdhe Soekenthier. Yang punya blog sederhana namun sarat ilmu hitam (namanya juga dukun) yang membuat hal – hal ribet menjadi sedikit sederhana dan sedikit masuk akal, dan begitu juga sebaliknya :D Mau belajar masak atau belajar makan enak? Belajar menganalisa? Belajar…. macem – macem (tanpa tanda kutip). Sangat menginspirasi, sampai menjadi insiprasi eksekusi saya untuk membuat blog. Akhirnya.
  2. Keluarga Dirmanto. Sepasang kekasih yang terikat janji sakral. Mas-nya pemilik senyum simpul tahan lama, setia dan konsisten pada dunia internet. Mbak-nya bertangan dingin mengolah bahan makanan menjadi masakan siap saji yang mak-nyus. Langganan nongkrong kalo saya lagi plesir ke yogya. Isi blog ramai dan beraneka ragam. Spesial plus plus.
  3. El Rony. Bapak muda penuh ide tulisan yang menarik. Cerdas. Membedah. Walau kadang untuk mengerti tulisan-tulisannya butuh waktu agak lama untuk saya mencernanya (dikarenakan space otak saya yang terbatas) :D , tapi menyenangkan. Naturalis.
  4. Luvie. Gadis manis yang rajin mejeng di YM. Blog ceria yang bikin saya terkaget-kaget dengan tulisan yang jujur dan apa adanya. Penuh gejolak semangat darah muda (layaknya soneta pak haji oma) ;) Tapi kadang mengharu biru. Go girl!
  5. Amma. Si cantik dan feminin. Blogger sejati, kenal sejak kurang lebih 6 tahun yang lalu, dan doski sudah punya rentetetan judul posting. Sempat mengikuti beberapa tulisan-tulisan di beberapa blog-nya yang berbeda. Memperhatikan hal-hal kecil. Mengulas hal biasa dari sisi yang tidak biasa. Blog yang tenang dan manis.
  6. Mr. Gajah. Mengaku nubie nge-blog, tapi blog-nya dah penuh dengan ini itu. Mengusung komunitas blog, terutama dari daerah nya Jawa Timur. Suasana pertemanan yang kental, diimbangi dengan tulisan-tulisan tentang internet’an (bingung mikir istilahnya:D)
  7. Dan untuk teman-teman blog yang lain. dr. Yuddi, Ifa, Uwie, Adith dan para pemilik ruang mungil yang berbagi ilmu dan hati. Kalian sama spesialnya dengan 6 orang yang saya tulis diatas.

Para sahabat .. Award ini milik kalian.