Lagi – lagi tanpa judul..

Sahabat pernah bilang..
Sometime, pain is so close to pleasure..

*tarik napas panjang*

Wanted

H ari Senin kemarin, setelah sukses kabur dari rutinitas di daerah nan gersang dan asing (walaupun sudah lebih dari 1 tahun bercokol disini, masih saja belum bisa mentolerir suhu dan tingkat ketidaknyamanan yang masih dibawah harapan). Dalam rangka menghibur diri, dengan segala daya upaya akhirnya berhasil merayu seorang sahabat untuk menjadi pemenuh hasrat.

J anjian bertemu di salah satu bioskop di bilangan Cikini – Jakarta Pusat, setelah sebelumnya sang sahabat menawarkan makanan kecil untuk dibawa sebagai buah tangan. Chips dan air mineral. Tanpa meminta persetujuan sang sahabat, saya nekat membeli dua tiket pertunjukan untuk satu jam kemudian.

J udulnya WANTED.
Tempat duduk hampir terisi penuh.

D imulai dengan monolog seorang pria muda bernama Wes (James McAvoy), sekilas tentang siapa dan bagaimana kehidupannya. Pada intinya hidup yang kurang menyenangkan. Lalu beralih ke sebuah adegan dimana seorang pria tewas terbunuh dengan cara yang dalam dunia kita sepertinya tidak masuk akal, tapi lumayan keren untuk sebuah khayalan. Dilanjutkan dengan pertemuan Wes dengan Fox (Angelina Jolie) yang diselingi dengan suguhan baku tembak dan kejar – kejaran dengan Cross (Thomas Kretschmann). Pretty cool. Sampai pada akhirnya Wes dikenalkan dengan suatu kelompok pembunuh Fraternity, yang dipimpin oleh Sloan (Morgan Freeman). Diceritakan bahwa pria yang terbunuh tadi adalah ayah dari Wes, salah satu anggota kelompok Fraternity yang paling hebat. Dan pembunuhnya adalah Cross, seorang mantan anggota kelompok Fraternity. Wes kemudian menjadi salah satu anggota kelompok, dan bertekat membalas kematian sang ayah.
Perubahan seorang pria canggung menjadi jagoan yang penuh percaya diri, dengan segala kemampuan yang terpendam selama ini, hasil asahan teman – teman sesama anggota kelompok lain.
Pertemuan dengan Cross akan menjadi pembuka tabir tentang siapa dan bagaimana Wes sesungguhnya.

Produser :
Marc E. Platt, Jim Lemley, Jason Netter, Iain Smith
Produksi :
Universal Pictures
Homepage :
http://www.wantedmovie.com/

Cool.
Four Star.

Ps. Sahabat, lain kali kita nonton lebih sore ya. Supaya tidak timbul fitur mengantuk saat menonton.

Bertahan

(14-Juli-2008/05:13)

Hari ini saya menerima lagi akibat dari langkah yang telah dibuat.

Hari ini saya mencoba untuk bertahan.

Karena tiadalah guna menangkap angin dan menggenggam air.

Ps. Baik – baiklah disana.

Warm Congrats ..

B agi kalian yang saling berbagi dipan.

S aling mengusung ego.

S aling menjejali waktu diantara kalian.

S ebuah harapan. Bahwa kalian akan selalu seperti apa adanya. Sebelum bertemu, saat bersama dan setelah memutuskan untuk menjadi satu.

S elamat datang di dunia yang baru.

Ayik & Izma The Wedding

(Exclusively captured by my heart)

Broken Heart Mode

Begini ceritanya ..

*pasang headset, sambil memejamkan mata* (focusing .. )

S ebelum bertemu denganmu hidupku bahagia
Semenjak bertemu denganmu ku makin bahagia
Semakin lama aku semakin tahu tentang engkau
Sedikit kecewa ternyata engkau tak baik

*mengehela napas*

P ertama-tama semua manis yang engkau berikan
Membuat aku merasakan cinta sebenarnya
Semakin hari semakin terungkap yang sesungguhnya
Ku makin kecewa ternyata kau penuh dusta

*tarik napas bersiap nada tinggi*

(Refrain)

M aafkan ku harus pergi
Ku tak suka dengan ini
Aku tak bodoh
Seperti kekasihmu yg lain

Terima kasih oh Tuhan
Tunjukkan siapa dia
Maaf kita putus
So thank you so much
I’m sorry, goodbye

*buang napas, nada rendah*

S eribu cara kau membuaiku dengan puitis
Maybe kau lupa bahwa aku pun juga manusia
yg punya mata, punya hati, dan perasaan
Maaf aku pergi dan takkan untukmu lagi

(Repeat refrain)

Kenapa pilih lagu ini untuk mengungkapkan perasaan? Padahal dulu sempat tidak menikmati tone demi tone yang terlantun. Rasanya terlalu melow. Terlalu.. “apaan sih?!” Hehehe, sorry mbak Kris (diluar lagu ini saya nge fans lho sama mbak, dari awal mbak ikutan Asia Bagus jaman saya masih mut – imut).

Tapi en then, kemarin dengar lagi lagu ini selintas. Pikir punya pikir, asik juga ternyata. Trus di pas – pas in deh sama suasana hati.

Broken heart.

Fraktur hepar.

Patah hati.

Lagi.

Cry baby cry..

Lagi jengah memperhatikan orang yang bersikap seperti bayi. Menjadikan orangtua sebagai “tameng&alat” untuk menyelesaikan urusannya. Lebih – lebih lagi urusan yang dimaksud adalah urusan cinta – cintaan, sama mantan pacar. Please dewh.
Sekedar informasi saja, orangtua kita itu juga punya banyak masalah. Dan sudah mengurus kita dari kecil, harusnya sekarang ini kita tinggal mengaplikasikan kemampuan survival yang dari kecil sudah dipupuk. Tidak lantas selalu mengadu untuk hal – hal yang mengganggumu. Ah.. cry baby cry. Sembunyi di ketiak orangtua. Menjadikan usaha orangtua itu tidak sia – sia gitu lho.
So pleaseee.. Untuk yang merasa dirinya dewasa, apalagi yang merasa dirinya pintar, sudah mapan bekerja, de el el. Harusnya malu andai harus “membebani” orangtua kita dengan urusan atau masalah yang kalian buat sendiri.

I repeat. You are not the center of the universe.

Lagipula, katanya *Big Girls Don’t Cry*

Bu[ah] – Sa[yur]

Bagi para pecinta buah atau sayuran, ternyata ada beberapa hal yang agak berbeda dari pendapat kita selama ini tentang bagaimana menjaga kebersihan buah atau sayuran yang akan kita konsumsi. Misalnya dengan cara mencucinya, tidak perlu menggunakan sabun, detergen atau pemutih. Karena penggunaan bahan tersebut diatas tidak menjamin buah dan sayuran akan bebas dari bakteri. Namun ada beberapa cara untuk mengantisipasi buah atau sayuran tetap aman dikonsumsi :

  1. Pegang buah dan sayur dengan hati – hati untuk mengurangi memar. Karena memar atau robeknya lapisan pelindung yang menutupi buah, dapat memicu pembusukan dan bakteri pengurai yang memberikan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan kuman patogen, seperti Salmonella.
  2. Cuci dibawah air mengalir. Semburan air dingin dapat membersihkan sebagian bakteri. Kecuali bagi Salmonella atau E. coli, yang tahan semburan air karena dapat melekat kuat pada permukaan buah.
  3. Keringkan dari air bekas mencuci.
  4. Simpan buah dan sayur dalam kulkas.
  5. Buang sayuran dan buah jika tampak mulai membusuk.

Bagaimanapun cara – cara diatas tidak lantas 100% membebaskan kita terinfeksi bakteri melalui buah atau sayuran yang kita konsumsi. Maka disamping mengikuti cara diatas, untuk saya yang lebih utama adalah membaca bismillah, atau berdoa untuk kebaikan mengkonsumsinya, karena bukankah sakit dan obat adalah datangnya dari Allah SWT.. ;)

Home sweet home

Ah.. Bagaimanapun rumah memang tempat yang paling nyaman untuk kembali.
Welcome home me..

Radith yang amith amith..

Gara – gara intip teman yang lagi browsing via hape (browsing via hape adalah salah satu kerjaan yang sebenarnya tidak penting, tapi di penting – pentingkan karena terlalu bosan nya melakukan hal yang bener – bener penting). Jadi penasaran sama penulis blog yang lagi dibaca teman itu, karena bisa bikin sang teman senyum – senyum mesum. Intip punya intip, terbacalah seonggok nama. Raditya Dika. Hem, nama yang bagus sebenarnya. Cari punya cari, ketemulah alamat website sang penulis yang ternyata.. (speechless)

Ternyata..
Dirinya penulis. Menulis dengan sepenuh hati dan jiwa. Berhubung hati dan jiwanya tidak sehat. Jadilah tulisan – tulisan yang tidak waras. Amit amit kalo orang Jawa bilang.
Salah satu bukunya yang belum habis saya baca “Babi Ngesot” (kebetulan ada di kamar teman kontrakan saya), menjadikan dirinya salah satu penulis yang suatu saat nanti saya tunggu – tunggu tulisan nya.
Silahken di cari.. dan dinikmati.

Recommended.
Five Stars.

Wonder Woman Wannabe

Sepuluh minggu terakhir, fokus sama sesuatu yang menakutkan. Berhadapan dengan para guru besar yang cerdas luar biasa, gila disiplin.. atau tepatnya disiplin gila! *jangan salah sangka, it’s in positive way*. Setiap hari mengerahkan segenap daya dah upaya (cieh), mengumpulkan segala kemampuan. Bertaruh harga diri, walaupun pada akhirnya tetap menjadi kasta yang terendah dalam matarantai kehidupan di rumah sakit. Terlalu rajin, hingga hampir tiap jam 3 dini hari sekuat tenaga berusaha memicingkan mata, masuk kamar mandi.. dan mandi. Yap, 6 hari dalam seminggu mandi jam 3 pagi, selama 10 minggu. Kemudian, setidaknya 4 hari dalam seminggu pontang panting mengerjakan tugas dan ini itu, sampai hampir atau lewat tengah malam. Hikmahnya, saya jadi dekat dengan beberapa satpam perumahan. Belum lagi jadwal jaga yang 36 jam.

Oke, pada intinya saya lelah. Lahir bathin (bak cerita dalam sinetron dimana perempuan muda miskin, yang ditaksir lakilaki muda kaya, lalu pacaran dan menikah tanpa persetujuan keluarga lakilaki, lalu disiksa tiap hari.. de es te)

Sampai pada ujung perjuangan. UJIAN. Dan saya gagal. Total. Hasilnya saya harus mengulang setengahnya. Seperti ada yang terlewat. Menunda. Saya terlalu banyak menunda “mengisi amunisi” untuk bekal perang. Alasannya? Lelah. Tidak sadar, kalau kalah perang itu akan lebih melelahkan. Dobel. Tripel.

Sejenak. Menyesal.

Lalu kemudian, mari bersiap kembali untuk perang selanjutnya.

Semangat!

To be the next Wonder Women.

Ps. Doakan saya ya ;)