<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>k•pisusu</title>
	<atom:link href="http://www.kopisusu.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kopisusu.org</link>
	<description>.. a diary</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 05:54:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>September, 2010</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=807</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=807#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 13:41:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[The Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini saya merasa hidup berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Mungkin setelah beberapa &#8220;ritual&#8221; hidup saya terlewati, saya merasa lebih enteng, berkurang banyak dari beban saya sebelumnya. Ritual yang saya maksud itu adalah (akhirnya) dapat menyelesaikan pendidikan dan menikah. Dua hal ini sedikit banyak telah mengubah cara pandang saya terhadap diri sendiri. Dulu yang biasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>B</strong>elakangan ini saya merasa hidup berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Mungkin setelah beberapa &#8220;ritual&#8221; hidup saya terlewati, saya merasa lebih enteng, berkurang banyak dari beban saya sebelumnya. Ritual yang saya maksud itu adalah (akhirnya) dapat menyelesaikan pendidikan dan menikah. Dua hal ini sedikit banyak telah mengubah cara pandang saya terhadap diri sendiri. Dulu yang biasanya saya menjadikan orang lain sebagai patokan dalam bertindak, sehingga beban nya terasa dua kali lipat, yaitu ingin membuat keputusan yang benar sekaligus punya prestasi yang sama seperti orang lain. Kini saya lebih banyak mempertimbangkan seorang diri, sambil sesekali mendiskusikannya dengan suami.</p>
<p><strong>S</strong>emakin cepat waktu terasa bergulir, semakin cepat pula saya ingin mewujudkan berbagai macam impian dan rencana. Kalau ingat <a href="http://www.kopisusu.org/?p=439">ini</a> rasanya jadi senyum senyum sendiri. Rencana yang isinya hanya beberapa poin itu saja, butuh hampir 2 tahun untuk mencapainya, dan itupun tidak 100% dari yang diharapkan. Walaupun butuh waktu yang (menurut saya) termasuk lama, namun saya tetap merasa sangat bersyukur. </p>
<p><strong>S</strong>epertinya memang begitulah menjalani hidup, mendapatkan beberapa hal, dan kehilangan beberapa hal lainnya. Tidak beda hal-nya dengan orang-orang yang kita pikir mereka bisa mendapatkan apapun dengan mudah dan pasti, bagaimanapun, di sisi yang kita tidak pernah tahu, sebenarnya merekapun tidak memiliki apa yang mungkin ada di kehidupan sehari-hari kita. </p>
<p><strong>B</strong>esok saya akan kehilangan, satu tahun dari kesempatan saya hidup di dunia, lagi. Tapi saya telah menerima banyak hal menyenangkan sebagai pengganti tahun yang hilang itu, dan masih akan bertambah di tahun tahun berikutnya, insyaallah.</p>
<p><strong>T</strong>eruntuk Papa dan Mama terkasih..<br />
Yang dengan, atau tanpamu, saya bukanlah apa apa.<br />
Yang hanya pada lelehan keringatmu, saya bergantung nyawa.<br />
Yang pada tiap tarikan napasmu, saya bisa tertawa dan menikmati dunia.</p>
<p><strong>T</strong>eruntuk adik kecil tersayang..<br />
Walau dunia kita terpisah dibalik segala kepentingan. Duniamu tetap menjadi bagian yang terpenting.</p>
<p><strong>T</strong>eruntuk suami terhebat..<br />
Yang telah membuat hal-hal kecil menjadi sesuatu yang selalu membekas di hati dan pikiran.<br />
Yang telah banyak memberi ruang untuk kita dapat tetap bersama, menyelesaikan segala kesulitan dengan cara yang menyenangkan.<br />
Yang selalu mengembalikan senyum, dibalik segala ketidakpastian.</p>
<p><strong>T</strong>eruntuk kalian, semua sahabat yang selalu menguatkan dan menceriakan hati. </p>
<p><strong>I love you all .. Always</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=807</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Rejeki</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=772</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=772#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 11:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bengong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya bisa mantengin video amatir Keong Racun ala SinJo yang katanya fenomenal itu, sampe selesai. Sebelumnya cuma lihat sekilas saja dari tayangan yang wira wiri di acara-acara televisi. Kenapa menonton sampe selesai? Ya sepertinya saya ikut-ikutan penasaran dengan isi lengkap video itu. Dan tidak, saya tidak ingin membahas penuh soal video itu disini.
Pagi ini seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A</strong>khirnya bisa mantengin video amatir Keong Racun ala SinJo yang katanya fenomenal itu, sampe selesai. Sebelumnya cuma lihat sekilas saja dari tayangan yang wira wiri di acara-acara televisi. Kenapa menonton sampe selesai? Ya sepertinya saya ikut-ikutan penasaran dengan isi lengkap video itu. Dan tidak, saya tidak ingin membahas penuh soal video itu disini.</p>
<p><strong>P</strong>agi ini seperti biasa, saya dan suami selalu ngobrol sambil melakukan aktivitas-pagi kami. Salah satunya, <em>ngobrol</em> soal SinJo ini. Membahas soal pemberitaan media yang menurut saya sepertinya terlalu <em>nyeleneh</em>, mengada-ada dan <em>tulalit</em>. Singkatnya membesar-besarkan sesuatu yang sebenarnya biasa saja. Lalu suami dengan entengnya menyahut di sela-sela mandinya,</p>
<blockquote><p> &#8220;Menurutku, sebenernya mereka ndak salah kok, mereka kan juga bilang kalo mereka membuat video itu hanya untuk iseng. Andai mereka mendapatkan tawaran pekerjaan ini itu dari video itu, ya berarti memang lewat situ jalan rejeki mereka&#8221;</p></blockquote>
<p><strong>E</strong>h iya ya, ternyata memang jalan rejeki itu tidak melulu melalui proses yang &#8220;baku&#8221;. Saya sendiri berkali-kali mengalami hal itu. Walau kita selalu diajarkan untuk selalu berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu, nyatanya saya pernah juga, begitu saja mendapatkan hal-hal yang saya inginkan, seperti jatuh dari langit. Namun begitu juga sebaliknya, kehilangan sesuatu atau tidak bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkanpun, tidak selalu dikarenakan kurangnya usaha.</p>
<p><strong>T</strong>iba-tiba berharap, saya adalah cucu yang hilang dari seorang pengusaha kaya-raya **ngimpi**</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=772</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t you think .. ?</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=779</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=779#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 15:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Don&#8217;t you think it&#8217;s better to be extremely happy for a short while, even if you lose it, than to be just okay for your whole life?&#8221;

— Audrey Niffenegger (The Time Traveler&#8217;s Wife) 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><br />
<blockquote><strong>&#8220;Don&#8217;t you think it&#8217;s better to be extremely happy for a short while, even if you lose it, than to be just okay for your whole life?&#8221;</strong></p></blockquote>
<p></center></p>
<p>— Audrey Niffenegger (The Time Traveler&#8217;s Wife) </p>
<div id="attachment_790" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2010/06/joejennings_nz026_l.jpg" alt="Photo © Joe Jennings - Skydive.tv" title="joejennings_nz026_l" width="430" height="295" class="size-full wp-image-790" /><p class="wp-caption-text">Photo © Joe Jennings - Skydive.tv</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=779</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Too Late</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=774</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=774#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 12:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[qoute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[
I never wanted to have anything in my life that I couldn&#8217;t stand losing.
But it&#8217;s too late for that.
Henry &#8211; Time Traveler&#8217;s Wife
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2010/06/Holding_Hands.jpg" alt="Holding_Hands" title="Holding_Hands" width="224" height="281" class="aligncenter size-full wp-image-777" /></center></p>
<p><center><strong>I</strong> never wanted to have anything in my life that I couldn&#8217;t stand losing.</p>
<p><strong>B</strong>ut it&#8217;s too late for that.</center></p>
<p>Henry &#8211; Time Traveler&#8217;s Wife</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=774</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Drini</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=759</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=759#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 08:14:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey]]></category>
		<category><![CDATA[photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[

.. dan kamipun pulang dengan hati senang  (Wonosari Beach &#8211; November 2009)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Enaknya-jadi-kakak-225x300.jpg" alt="Enaknya jadi kakak" title="Enaknya jadi kakak" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-660" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Ikan-Aneh-225x300.jpg" alt="Ikan Aneh" title="Ikan Aneh" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-657" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Aw1-225x300.jpg" alt="Aw" title="Aw" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-664" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Danu-sang-bapak-kos-225x300.jpg" alt="Danu sang bapak kos" title="Danu sang bapak kos" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-667" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Memantai-225x300.jpg" alt="Memantai" title="Memantai" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-670" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Undercover-Boy-225x300.jpg" alt="Undercover Boy" title="Undercover Boy" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-671" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Payung-Biru-225x300.jpg" alt="Payung Biru" title="Payung Biru" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-677" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Ikan-ikan-225x300.jpg" alt="Ikan ikan" title="Ikan ikan" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-680" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Girangnya-225x300.jpg" alt="Girangnya" title="Girangnya" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-681" /><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Banci-Payung-225x300.jpg" alt="Banci Payung" title="Banci Payung" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-682" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-683 aligncenter" title="Lomba Rendem" src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/11/Lomba-Rendem-300x225.jpg" alt="Lomba Rendem" width="300" height="225" /></p>
<blockquote><p>.. dan kamipun pulang dengan hati senang <img src='http://www.kopisusu.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> <a href="http://picasaweb.google.com/godril/Wonosari4November2009#">(Wonosari Beach &#8211; November 2009)</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=759</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Judul</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=752</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=752#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 16:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bengong]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa kalian begitu mudahnya terancam hal-hal yang bahkan belum terjadi.
Membungkus diri dengan kotak andai-andai dan membiarkan perasaan menjadi penentu langkah kaki.
Sekedar mengingatkan .. Bahwa bumi akan tetap berputar, waktu terus berjalan dan orang-orang yang berdiri diatasnya akan tetap bergantian, berlomba mengisi kesempatan yang terserak di-tiap sudut kehidupan, tepat disaat yang sama kalian memutuskan untuk diam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>K</strong>enapa kalian begitu mudahnya terancam hal-hal yang bahkan belum terjadi.</p>
<p><strong>M</strong>embungkus diri dengan kotak andai-andai dan membiarkan perasaan menjadi penentu langkah kaki.</p>
<p><strong>S</strong>ekedar mengingatkan .. Bahwa bumi akan tetap berputar, waktu terus berjalan dan orang-orang yang berdiri diatasnya akan tetap bergantian, berlomba mengisi kesempatan yang terserak di-tiap sudut kehidupan, tepat disaat yang sama kalian memutuskan untuk diam dan menarik diri demi rasa nyaman .. memuaskan kekhawatiran tanpa sadar bahwa sebenarnya telah tertinggal. </p>
<p>.. saya berbagi hanya karena peduli.</p>
<p>(6/5/2010.22:08)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=752</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewasa ? [2]</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=716</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=716#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 14:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[Baru baru ini banyak kejadian yang tidak menyenangkan wara-wiri (lagi) di kehidupan saya. Faktor internal, maupun eksternal. Lumayan menguras energi dan pikiran. Tidak lupa banyak juga hal-hal bodoh yang saya lakukan, sebagai (katakanlah) kompensasi dari ketidak-nyamanan saya dalam menghadapi suatu kondisi tertentu. 
Tapi sekali lagi, saya kagum oleh apa yang dilakukan oleh orang-orang sekitar untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>B</strong>aru baru ini banyak kejadian yang tidak menyenangkan wara-wiri (lagi) di kehidupan saya. Faktor internal, maupun eksternal. Lumayan menguras energi dan pikiran. Tidak lupa banyak juga hal-hal bodoh yang saya lakukan, sebagai (katakanlah) kompensasi dari ketidak-nyamanan saya dalam menghadapi suatu kondisi tertentu. </p>
<p><strong>T</strong>api sekali lagi, saya kagum oleh apa yang dilakukan oleh orang-orang sekitar untuk saya. Perhatian, nasehat, penghiburan, atau bahkan hanya sebuah senyuman. Pastinya tidak semua orang disekitar saya melakukan hal yang serupa. Ada juga yang menutup mata, menjauhi atau bahkan mencibir (dengan cara yang halus tentunya). Sempat membuat saya pesimis sesaat. Tapi tidak lantas mengalahkan “kekuatan” dukungan yang saya dapat oleh saudara, sahabat, teman biasa atau orang yang belum dikenal sekalipun. </p>
<p><strong>M</strong>erasa tertolong, karena pada akhirnya dengan kekuatan dukungan itu, saya mampu bersikap “sesuai jalur”. Tidak lantas bablas dan menjatuhkan diri ke jurang. </p>
<p><strong>L</strong>alu, ketika beberapa saat lalu membongkar tulisan-tulisan lama saya. Saya menemukan ini :		</p>
<p><center>♥ ♥ ♥ ♥ ♥</center></p>
<p><strong>D E W A S A ?<br />
(Oktober 17, 2008)</strong></p>
<p><strong>T</strong>erinspirasi (lagi) dengan salah satu tulisan si paKDhe sang sahabat jail. Dengan salah satu cuplikan kalimatnya;</p>
<p><strong>… di suatu hari ada seorang temen yang bilang, “kedewasaan seseorang bukan dinilai dari hidupnya yang ndak pernah bermasalah tapi dari caranya menyelesaikan setiap masalah dalam hidupnya”.</strong></p>
<p><strong>B</strong>ahwa pernah atau tidaknya seseorang bermasalah dalam hidup, memang nyatanya tidak menjadi jaminan mutlak bagaimana status kedewasaannya kelak. Seseorang yang sangat bermasalah di masa kecil atau sampai remaja, bahkan bisa sangat berhasil di masa dewasanya. Tapi tidak sedikit kasus dimana hal tersebut terjadi sebaliknya. Atau seorang anak yang bahagia di masa kecilnya-pun, punya persentase yang sama antara menjadi berhasil atau juga menjadi seorang gagal di masa dewasanya.</p>
<p><strong>S</strong>aya tidak bercita-cita menjadi intan dari batubara. Walau begitu, sayapun tidak bisa menghindari tekanan dan permasalahan yang tidak bisa saya tolak datangnya.</p>
<p><strong>S</strong>aya hanya ingin menjadi sebuah arang dalam pinsil. Sebuah gelas dari tanah liat. Seorang yang ingin menopang orang lain dengan kemampuannya yang apa adanya.</p>
<p><center><strong>…</strong></center></p>
<p><center><br />
<blockquote><strong>Banyak jalan menjadi dewasa.<br />
Dan setiap orang memegang peranan<br />
dalam kedewasaan orang lain.<br />
Termasuk kalian.</strong></p></blockquote>
<p></center></p>
<p><center><strong>…</strong></center></p>
<p>.. maka berhati-hatilah dalam bersikap, karena kalian bisa membentuk, bisa juga menghancurkan.</p>
<p>PS.<br />
<strong>T</strong>erimakasih untuk semuanya ..</p>
<p><center>♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥</center></p>
<p><strong>S</strong>ekali lagi, merasa beruntung memiliki orang-orang hebat dalam hidup saya. Mereka yang selalu meluangkan banyak-hal atas dasar kasih sayang tulus. Memiliki hati yang luas, hingga saya bisa sejenak berteduh disana. Rela meminjamkan sebagian hidupnya, sebagai tempat pelarian sejenak dari hal-hal yang belum mampu saya hadapi.</p>
<p><strong>T</strong>erimakasih sahabat, untuk semuanya ..<br />
<strong>U</strong>ntuk kedewasaan yang kalian tularkan. Dan untuk ketenangan yang kalian hadiahkan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=716</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Senja</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=709</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=709#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 13:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Ranupane]]></category>
		<category><![CDATA[Senja]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=709</guid>
		<description><![CDATA[
Wanita itu bernama Senja
Di pelupuknya garis hitam menggenang diantara warna jingga yang menyala
Ketika satu satu lampu kota melumat lelah yang tercecer di sudut sudut gedung menjulang
Wanita itu terluka
Di pipinya segurat warna warni cahaya dari aneka benda bertabrakan dan saling melebur
Ketika gelap mulai melahap bongkahan bongkahan pongah yang berdiri tegap sejak diawal hari

Pada senyum lelaki itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2010/01/senja-300x200.jpg" alt="senja" title="senja" width="300" height="200" class="aligncenter size-medium wp-image-710" /></p>
<p><strong>W</strong>anita itu bernama Senja<br />
Di pelupuknya garis hitam menggenang diantara warna jingga yang menyala<br />
Ketika satu satu lampu kota melumat lelah yang tercecer di sudut sudut gedung menjulang</p>
<p><strong>W</strong>anita itu terluka<br />
Di pipinya segurat warna warni cahaya dari aneka benda bertabrakan dan saling melebur<br />
Ketika gelap mulai melahap bongkahan bongkahan pongah yang berdiri tegap sejak diawal hari<br />
<strong><br />
P</strong>ada senyum lelaki itu dia gantungkan sisa detik sebelum hari berganti<br />
Sebelum hidup menghisap habis seluruh kekuatannya untuk tetap terjaga</p>
<p><strong>P</strong>ada dada lelaki itu dia rebahkan mimpi mimpi<br />
Tentang hamparan sabana luas .. gunung menjulang .. gumpalan-gumpalan kapas mengambang dan alunan gemericik sungai jernih</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>S</strong>enja ..<br />
Pada cinta mana akan kau percayakan seluruh hidupmu ?<br />
Pada cinta gila yang menguras kesadaran di seluruh jaras jaras syaraf tubuh mu ..<br />
Atau pada cinta setengah terpaksa yang mampu menutup sepersekian kebutuhan duniawi mu ?</p>
<p><strong>A</strong>ku tidak punya keduanya</p>
<p>Aku hanya punya cinta sederhana<br />
Sesederhana pertemuan pertemuan singkat kita</p>
<p><strong>S</strong>enja ..<br />
Pada lelaki mana akan kau gantungkan harapan harapanmu ?<br />
Pada lelaki tampan yang mati-matian menginginkan segala kemolekan mu ..<br />
Atau pada lelaki terpelajar yang bisa mengangkat harga diri mu ?</p>
<p><strong>A</strong>ku bukan keduanya</p>
<p>Aku hanya lelaki apa adanya<br />
Berhartakan udara, langit dan tanah terpijak</p>
<p><strong>S</strong>enja ..<br />
Ketika mencintaimu tak lagi sederhana<br />
Dan ketika udara, langit juga tanah tempatku berpijak memintaku memilih<br />
Aku harus pergi</p>
<p><strong>M</strong>eninggalkanmu bersama aroma tubuh yang melekat bertahun tahun dilubang hidungku<br />
Bersama rasa cemburu yang sesak mengisi lorong hatiku</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>W</strong>anita itu tersenyum<br />
Menikmati kecewanya dalam hening<br />
.. membakarnya diam-diam lalu meninggalkan sisanya dipinggir cangkir kopi malam itu</p>
<p>(09/01/2010.16:25)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=709</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertengkarlah Dengan Baik dan Benar</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=700</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=700#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 12:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bengong]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Bertengkar dengan pasangan itu adalah default. Wajar. Tetapi menjadi amat sangat tidak keren, bila anda atau pasangan melakukannya di area publik.
Contohnya seperti yang saya alami sekarang. Sepasang kekasih (atau entah suami istri), yang duduk selang satu user disamping saya, tiba tiba mengeluarkan suara-suara berinotasi tinggi dan gebrak gebrakan di kubik setengah terbuka. Tentunya bukan hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>B</strong>ertengkar dengan pasangan itu adalah default. Wajar. Tetapi menjadi amat sangat tidak keren, bila anda atau pasangan melakukannya di area publik.</p>
<p><strong>C</strong>ontohnya seperti yang saya alami sekarang. Sepasang kekasih (atau entah suami istri), yang duduk selang satu user disamping saya, tiba tiba mengeluarkan suara-suara berinotasi tinggi dan gebrak gebrakan di kubik setengah terbuka. Tentunya bukan hanya saya, tetapi seluruh pengguna warnet yang saat itu sedang khusuk-khusuknya &#8220;beribadah&#8221;, kontan mengalihkan pandangan ke arah mereka, dengan tidak lupa memasang wajah heran, dan terganggu. Sejenak mereka diam. Kamipun kembali ke aktivitas sebelumnya. Namun dalam hitungan detik, intonasi tinggi itu kembali terdengar, kali ini diikuti dengan goyangan di kubik.</p>
<p><strong>S</strong>aya tidak tau apa yang mereka ributkan. Dan tidak mau tau. Yang saya sayangkan adalah, bagaimana mereka mengekspresikan rasa amarah mereka dalam suatu tindakan yang bisa saya bilang menganggu &#8220;urusan&#8221; orang lain, mengingat mereka melakukannya di area publik. Bukan sekali ini saja saya mendapati hal seperti diatas. Dulu sekali, bahkan saya punya teman, pasangan kekasih, yang bila bertengkar bukan hanya menggunakan kekuatan suara, tapi juga otot. Lemparan botol, gelas atau saling memukul adalah hal yang lumrah kami dan kawan lain dapati saat mereka sedang dipuncak amarah. Bahkan saya pernah mendapati salah satu dari mereka menabrakkan diri beserta motor yang dia bawa saat itu ke suatu tiang listrik. Bodoh.</p>
<blockquote><p><strong>I</strong>ya, bodoh. Cuma kata itu yang terlintas di pikiran saya. Saat mendapati adegan adegan pertengkaran antar kekasih di area publik, di jalan raya, kantor, tempat wisata, mall, komunitas online, dimanapun.</p>
<p><strong>B</strong>odoh karena apapun yang kalian umbar disana adalah tidak lain dan tidak bukan adalah ego untuk saling memenangkan apa yang kalian masing-masing anggap benar. Terlihat oleh orang lain, adalah kesempatan untuk mencari simpati. Bukan untuk mencari apa yang benar-benar kalian butuhkan untuk menyelesaikan akar dari pertengkaran. Buang-buang waktu.</p>
<p><strong>B</strong>odoh karena secara tidak langsung, kalian memberi label buruk pada pasangan masing-masing untuk kemudian nantinya diberi penilaian oleh publik. Dengan mudahnya.<br />
<strong><br />
B</strong>odoh karena telah membuang energi dan merugikan diri sendiri, untuk sesuatu yang mungkin tidak kalian butuhkan di masa datang. Atau berakhir dengan penyesalan yang berkepanjangan.</p>
<p>.. <strong>B</strong>erilah kesempatan bagi anda dan pasangan untuk saling memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk menyadari apa yang telah diperbuat sehingga membuat pasangan merasa tidak nyaman.</p>
<p><strong>M</strong>enjauhlah dari area publik. Sehingga anda dan pasangan mempunyai ruang pribadi yang cukup untuk menggunakan akal sehat. Bukan memutuskan sesuatu dengan terburu-buru, atau mengandalkan ego dan gengsi.</p>
<p><strong>D</strong>an apapun kesalahan pasangan anda, mereka punya hak untuk didengarkan. Jangan khawatir, setelah itu, anda akan memiliki kekuasaan penuh untuk memutuskan.</p></blockquote>
<p><strong>S</strong>alam damai ..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=700</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rindu</title>
		<link>http://www.kopisusu.org/?p=695</link>
		<comments>http://www.kopisusu.org/?p=695#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 16:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopisusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bengong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopisusu.org/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Pada kelam kutambat angan dan gairah tentang peluh dan daging bernyawa. Membiarkan nya terus berguncang dihempas riak bola-bola air yang saling bergesekan kemudian pecah. Berulang.
Tubuh sebentuk asap. Dingin, mengambang dan samar. Menyeka tiap pori-pori kulit. Menyusup tiap lubang disudut sudut raga. Perih.
Kutukar airmata demi sekelebat kehangatan jemari kekar. Pula kurajang harga diri ini untuk sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>P</strong>ada kelam kutambat angan dan gairah tentang peluh dan daging bernyawa. Membiarkan nya terus berguncang dihempas riak bola-bola air yang saling bergesekan kemudian pecah. Berulang.</p>
<p><strong>T</strong>ubuh sebentuk asap. Dingin, mengambang dan samar. Menyeka tiap pori-pori kulit. Menyusup tiap lubang disudut sudut raga. Perih.</p>
<p><strong>K</strong>utukar airmata demi sekelebat kehangatan jemari kekar. Pula kurajang harga diri ini untuk sebuah sudut sempit diujung lapang pandang terjauhmu.</p>
<p><strong>K</strong>amu mematung. Bakaran dupa memeluk erat, dengan kakimu terikat kuat pada akar-mengakar yang berurat. Bahkan sebelum kehidupanmu sebelumnya usai. </p>
<p>&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>P</strong>un, aku tertidur malam ini, dengan isi kepala tergantung dalam sangkar berjeruji rapat. Berdesakan dengan amarah, nyeri dah rindu.</p>
<p><img src="http://www.kopisusu.org/wp-content/uploads/2009/12/bali-sunset.jpg" alt="bali sunset" title="bali sunset" width="300" height="178" class="aligncenter size-full wp-image-697" />
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopisusu.org/?feed=rss2&amp;p=695</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
