Technicolour – Paloma Faith

Once upon a time, my friends it feels like yesterday
I was living lonesome in a world of disarray
Everything was a black and white, there wasn’t even gray
And every morning waking up on groundhog day

Chorus:
It was all in monochrome without the lies
Just like a silver screen you walk into my life
You taught the stars to light up what we find
I come alive saturated in your charms

W
e kiss the sky and dancing towards rainbows
Now it’s all in technicolor with you

I lived in the blackest house with seven pure white cats
The bleak eyed look of every day hidden deep inside my heart
The notes on the piano now remind me of my past
And now you’re here right by my side I hope that we will last

Chorus

Yellow, orange, pink, red, and blue
Let’s paint the town, darling us two

You bring your pallet and I will sing the sub bar
We are just two birds of a feather

Technicolour – Paloma Faith

Nothing's ever built to last

Do you know what’s worth fighting for?
When it’s not worth dying for?
Does it take your breath away
And you feel yourself suffocating?

Does the pain weigh out the pride?
And you look for a place to hide?
Did someone break your heart inside?
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

When you’re at the end of the road
And you lost all sense of control
And your thoughts have taken their toll
When your mind breaks the spirit of your soul

Your faith walks on broken glass
And the hangover doesn’t pass
Nothing’s ever built to last
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

Did you try to live on your own
When you burned down the house and home?
Did you stand too close to the fire
Like a liar looking for forgiveness from a stone?

When it’s time to live and let die
And you can’t get another try
Something inside this heart has died
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

Get the Flash Player to see this player.

Kecewa

Aku merajuk pada titik-titik air dari langit dan dingin ..

 

bruxelles_street_i_by_zardo

 

Sedikit waktu yang kau miliki. Luangkanlah untukku

Harap secepatnya datangi aku

S’kali ini ku mohon padamu. Ada yang ingin ku sampaikan

Sempatkanlah…

Hampa kesal dan amarah. S’luruhnya ada dibenakku

Tandai seketika

Hati yang tak terbalas

Oleh cintamu…

Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini

Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada

Bahwa hatiku kecewa…

Sedetik menunggumu disini, s’perti seharian

Berkali kulihat jam ditangan. Demi membunuh waktu

Tak kulihat tanda kehadiranmu

Yang semakin meyakiniku

Kau tak datang

Kecewa

(Bunga Citra Lestari)

 


Kelilipan

H ari ini hati saya “kelilipan” lagi.

K ali ini datang dari wanita yang belum saya kenal. Seorang residen Orthopedi.

Kemajuan seseorang, dinilai dari semakin besar tanggung jawab yang dipikulnya. Dan bagaimana kita bisa mendapatkan tanggung jawab yang besar, andai tanggung jawab yang kecil-kecil saja tidak dapat kita tangani

WhoHoo .. I've Been Simpsonized

S ebenarnya sudah tau soal ini sejak lamaaaaa banget. Dan penasaran untuk mencobanya. Tapi karena sok sibuk, sayapun lantas lupa. Nah, waktu kemarin lagi asik nonton suatu acara talk show luar negeri, ternyata dibahas lagi. Wah, tidak menyia-nyiakan waktu akhirnya nekat me-simpson-kan wajah. Merubah wajah kita menjadi karakter kartun dalam serial The Simpson.

N arsis?

S elama itu bisa bikin kita senyum, kenapa tidak? ;)

*di convert dari poto polos tanpa kerudung* :D

T api kok rasanya kurang mirip yah.. *masih sibuk utak atik karakter disini*. Hayoooo .. Siapa yang bisa bikin karakter paling mirip dengan aslinya?

Demam Pelangi

Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada Yang kuasa

cinta kita di dunia selamanya ..

(Nidji, Laskar Pelangi)

S eperti yang lainnya, sayapun terjangkit demam pelangi. Mengggandrungi adegan demi adegan dalam film garapan para sineas muda berbakat. Mereka yang telah berhasil mengangkat suatu kisah nyata yang luar biasa, menjadi suguhan yang apik dan menggemaskan. Nikmat, mengenyangkan tanpa membuat ketagihan.

F ilm yang romantis untuk saya. Dimana saya bisa merasakan kehangatan persahabatan yang sederhana namun mendalam dan mengendap dalam setiap celah otak dan hati. Berhimpitan dengan perjuangan seuntai sahabat dalam mengais ilmu.

E ntah apa yang benar-benar dirasa oleh bang Ikal, jikalau saya boleh memanggilnya begitu. Setelah berhasil menuangkan cerita hidup dan kenangan yang telah lama menjadi bayang-bayangnya dalam tulisan dan film. Bukan suatu kebetulan sepertinya andai buku dan film karya bang Ikal laris manis di pasar Indonesia. Tulisan dalam bukunya yang sudah saya baca jauh sebelum film-nya akan dibuat, memang meninggalkan kesan mengharu biru, menyentuh sisi manusiawi. Yang saya ingat pertama saya mendengar bang Ikal ini berucap, adalah saya melihat sebuah pribadi yang apa-adanya. Saya terkesan dengan pemilihan kalimatnya yang singkat dan intonasi yang rendah. Selebihnya saya tidak akan berani menilai sosok bang Ikal seperti apa. Karena mendengarnya berkatapun hanya sekali itu. Buku dan film pun tak dinyana memiliki bagian-bagian pemanis penambah selera. Namun, sepenuhnya saya mendukung karya bang Ikal yang telah lahir dan mengharap beliau dapat selalu melakukan hal-hal hebat lainnya di masa yang akan datang. Aamiin.

. . .

Awan-awan kapas berwarna biru lembut turun. Mengapung rendah ingin menyentuh permukaan laut yang surut jauh, beratus-ratus hektare luasnya, hanya setinggi lutut, meninggalkan pohon-pohon kelapa yang membujur di sepanjang Pantai Tanjong Kelayang.

Aku tahu bahwa awan-awan kapas biru muda itu dapat menjadi penghibur bagi mataku, tapi dia tak kan pernah menjadi sahabat bagi jiwaku..karena sejak minggu lalu aku telah menjadi sekuntum daffodil yang gelisah, sejak kukenal sebuah kosa kata baru dalam hidupku : rindu

(Hirata, Andrea. Miang Sui-Laskar Pelangi)

. . .

“Tahukah kalian …,” katanya sambil memandang jauh. “Pelangi sebenarnya adalah sebuah lorong waktu”

Kami terdiam, suasana jadi bisu, terlena khayalan mahar

(Hirata, Andrea. Laskar Pelangi dan Orang-orang Sawang-Laskar Pelangi)

. . .

Ibunda guru,

Ayahku telah meninggal, besok aku akan ke sekolah.

Salamku, Lintang.

Bagai meteor pijar ia berkelana sendirian ke planet-planet pengetahuan, lalu kelipnya meredup dalam hitungan mundur dan hari ini ia padam, tepat empat bulan sebelum ia menyelesaikan SMP…

Hari ini, seekor tikus kecil mati di lumbung padi yang melimpah ruah.

(Hirata, Andrea. Elvis Has Left the Building-Laskar Pelangi)

. . .

Saat itu aku menyadari bahwa kami sesungguhnya adalah kumpulan persaudaraan cahaya dan api. Kami berjanji setia dibawah halilintar yang menyambar-nyambar dan angin topan yang menerbangkan gunung-gunung. Janji kami tertulis pada tujuh tingkatan langit, disaksikan naga-naga siluman yang menguasai Laut Cina Selatan. Kami adalah lapisan-lapisan pelangi terindah yang pernah diciptakan Tuhan.

(Hirata, Andrea. Elvis Has Left the Building-Laskar Pelangi)

. . .

Kami adalah sepuluh umpan nasib dan kami seumpama kerang-kerang halus yang melekat satu sama lain dihantam deburan ombak ilmu.

(Hirata, Andrea. Laskar Pelangi)

Foto behind the scene lainnya.

Don't Stop The Music

Get the Flash Player to see this player.

J edugzz.. J edugzz.. J edugzz..

*lempar-lempar kepala ke udara sambil motoran nyelip-nyelip di antara mobil, bajaj dan motor*

Dapet PR !

Dapet PR belajar masak dari oknum bertanggung jawab. Fiuh. Permintaan-nya sih ndak neko-neko, Teri Kacang. Termasuk masakan fav waktu kecil dulu. Jadi ada unsur pribadi dalam semangat belajarnya. Setelah cari-cari contekan cara membuatnya. Agak lega, ternyata contekan-nya tak sepanjang yang diperkirakan. Mudah-mudahan saya berhasil yah. Biar hati calon ibu mertua sedikit tenang.

Bahan-bahan:

  • 3 buah Kentang diserut
  • 100 gr Ikan Teri
  • 50 gr Kacang Tanah Goreng
  • 4 buah cabe merah potong jadi 3 bagian
  • 1 siung bawang putih cincang halus
  • 4 blok gula merah haluskan supaya gampang
  • 2 sdm makan minyak wijen (bisa minyak sayur)

NB: yang suka pedes bisa pake cabe rawit

Cara Mengolahnya :

  • Tumis cabe merah dan bawang putih sampai harum, lalu masukan kentang, teri dan kacang tanah digoreng kering, aduk rata.
  • Masukan gula merah, sampai larut menyatu dengan bahan-bahan. Angkat dan tiriskan.

* bersambung *

Recent Fav'

Kalo tidak salah, bapak penjual Mie Ayam ini, pagi – pagi sudah mejeng disekitaran RS Kramat, Jalan Kramat – Jakarta Pusat. Tepatnya di seberang sekolah Muhammadiyah. Rp. 7.500,- (termasuk 3 butir bakso, dan 3 helai pangsit goreng).

Tahu Campur khas Lamongan, begitu judulnya. Mulai buka kira – kira lepas waktu sholat Maghrib. Tempat berjualannya sejajar dengan McD Tebet, Jalan Soepomo Tebet – Jakarta Pusat. Kurang lebih Rp. 8.000,- . Khusus penggemar telur yang ingin menambahkan telur pada menu ini, jangan lupa memesan dengan embel – embel “telur”.

Tahu Tek, juga khas Lamongan. Seatap dengan Tahu Campur. Ada juga Soto yang lagi – lagi khas Lamongan, sayang tiada sempat memotret. Harganya pun sekitar Rp. 8.000,- Dengan porsi yang dijamin cukup buat mengganjal lambung berukuran Medium.

Sate Padang yang satu ini, adanya di dekat rumah saya, sekitaran Rawamangun – Jakarta Timur. Di salah satu sisi trotoarnya Pasar Sunan Giri, yang sejajar dengan seberangan dengan Rumah Makan Sederhana yang harganya tidak sederhana. Buka dari siang sampai malam. Harganya kalo tidak salah Rp. 10.000,- untuk 8 tusuk. Harga juga bisa disesuaikan bagi yang ingin menambah tusukan (dengan isi tentunya)

Sekian perburuan kuliner untuk kali ini. Mudah – mudahan rejeki terus mengalir, supaya bisa terus melahap makanan yang enak. Aamiin. Bagi yang berminat, dan butuh jasa saya sebagai guide, dengan senang hati saya akan meluangkan waktu dan lambung saya ;)

Perut kenyang, hati senang :D

Wanted

H ari Senin kemarin, setelah sukses kabur dari rutinitas di daerah nan gersang dan asing (walaupun sudah lebih dari 1 tahun bercokol disini, masih saja belum bisa mentolerir suhu dan tingkat ketidaknyamanan yang masih dibawah harapan). Dalam rangka menghibur diri, dengan segala daya upaya akhirnya berhasil merayu seorang sahabat untuk menjadi pemenuh hasrat.

J anjian bertemu di salah satu bioskop di bilangan Cikini – Jakarta Pusat, setelah sebelumnya sang sahabat menawarkan makanan kecil untuk dibawa sebagai buah tangan. Chips dan air mineral. Tanpa meminta persetujuan sang sahabat, saya nekat membeli dua tiket pertunjukan untuk satu jam kemudian.

J udulnya WANTED.
Tempat duduk hampir terisi penuh.

D imulai dengan monolog seorang pria muda bernama Wes (James McAvoy), sekilas tentang siapa dan bagaimana kehidupannya. Pada intinya hidup yang kurang menyenangkan. Lalu beralih ke sebuah adegan dimana seorang pria tewas terbunuh dengan cara yang dalam dunia kita sepertinya tidak masuk akal, tapi lumayan keren untuk sebuah khayalan. Dilanjutkan dengan pertemuan Wes dengan Fox (Angelina Jolie) yang diselingi dengan suguhan baku tembak dan kejar – kejaran dengan Cross (Thomas Kretschmann). Pretty cool. Sampai pada akhirnya Wes dikenalkan dengan suatu kelompok pembunuh Fraternity, yang dipimpin oleh Sloan (Morgan Freeman). Diceritakan bahwa pria yang terbunuh tadi adalah ayah dari Wes, salah satu anggota kelompok Fraternity yang paling hebat. Dan pembunuhnya adalah Cross, seorang mantan anggota kelompok Fraternity. Wes kemudian menjadi salah satu anggota kelompok, dan bertekat membalas kematian sang ayah.
Perubahan seorang pria canggung menjadi jagoan yang penuh percaya diri, dengan segala kemampuan yang terpendam selama ini, hasil asahan teman – teman sesama anggota kelompok lain.
Pertemuan dengan Cross akan menjadi pembuka tabir tentang siapa dan bagaimana Wes sesungguhnya.

Produser :
Marc E. Platt, Jim Lemley, Jason Netter, Iain Smith
Produksi :
Universal Pictures
Homepage :
http://www.wantedmovie.com/

Cool.
Four Star.

Ps. Sahabat, lain kali kita nonton lebih sore ya. Supaya tidak timbul fitur mengantuk saat menonton.