Dua Jempol Untuk KBRI Singapore

Pernah menumpang kendaraan Taxi dengan supir yang bergelar S1 ? Saya beberapa kali menemukan mengalami itu, obrol punya obrol dengan sang supir, kebanyakan dari mereka mengaku kalau kesulitan ekonomi lah yang memaksa mereka mengambil jalan hampir pintas untuk menjadi seorang supir Taxi. Dengan bermodalkan kemampuan menyetir dan orientasi medan yang baik, setiap orang (bahkan wanita) punya kesempatan untuk berprofesi sebagai supir Taxi.

Menyambung cerita diatas, dimana seorang dengan titel sarjana harus menjalani profesi yang kurang pas dengan kemampuan “intelektual”nya. Lain hal nya dengan para TKI yang bekerja di Singapura, para TKI yang kebanyakan bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) alias pembantu rumah tangga tersebut kini memiliki kesempatan memiliki titel setara D3 sampai S1 dengan biaya yang amat terjangkau. KBRI di negara Singapura membuka Universitas Terbuka pada akhir pekan, dengan biaya pendaftaran dan biaya persemester SGD 50 atau sekitar Rp. 350.000,- (bandingkan dengan biaya pendidikan di Indonesia). Dengan empat jurusan S1, yaitu jurusan Ilmu Pemerintahan, Ilmu Administrasi, Manajemen dan Akuntasi dan satu jurusan D3 yaitu Bahasa Inggris. Tidak tanggung tanggung, para TKI itupun berpenampilan layaknya mahasiswa ibukota yang biasa kita temui, dengan pakaian modis dan rapih, lengkap dengan laptop dan handphone. Mereka juga tidak jarang berdiskusi tentang pelajaran yang mereka dapat atau seputaran berita internasional, dalam bahasa Inggris yang fasih.

Selain itu fasilitas yang dinamai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kerja bagi PLRT dan berada di kompleks Sekolah Indonesia di Siglap Road tersebut juga membuka kelas jenjang pendidikan formal lain, semisal setara SMP dan SMA. Kelas lain yang dibuka adalah kursus Bahasa Mandarin dan kursus Komputer. Sejak dibuka tahun 2006, hingga kini peserta berbagai kelas pendidikan dan kursus mencapai 85 ribu PLRT, 11 ribu tenaga profesional, dan 10 ribu pelaut asal Indonesia, terbagi dalam 6 angkatan.

Jadi, saat nanti mereka kembali ke Indonesia, punya kebanggaan lain selain dapat menghidupi keluarganya dengan layak, juga memiliki banyak keterampilan yang diakui dan memiliki titel sampai Sarjana. Dan jangan lupa, mereka lulusan luar negeri lhoo .. :shock: :shock:

Peserta UT KBRI Singapore

Peserta UT KBRI Singapore

New Baby Born The Parade

K enapa bayi baru lahir menangis? Bagaimana proses melahirkan? Apa saja gangguan dalam kehamilan? Tentunya itu tidak akan saya bahas disini, mengingat kemampuan para sahabat yang mampu memanfaatkan tekhnologi masa kini dimana bisa mencari jawaban dari suatu pertanyaan hanya dari beberapa klik saja.

S ekedar berbagi cerita dari keseharian saya beberapa minggu terakhir ini. Bekerja dan belajar di salah satu bagian tersibuk di Rumah Sakit. Dengan empat orang dokter spesialis, yang kesemuanya laki-laki dan berpuluh bidan, yang kesemuanya wanita tentunya. Menjalani hari mengurus para ibu hamil dan anak yang mereka lahirkan. Mulai dari pemeriksaan awal, pemeriksaan lanjutan, saat melahirkan, dan perawatan ibu setelah proses melahirkan selesai.

B anyak emosi bercampur dalam satu ruang. Menghimpit tiap dada yang menghitung mundur kelahiran sebentuk daging bernyawa.

S ang Khalik mengikat umatnya dengan roh dalam jasad. Menjadikannya terhormat dalam bentuk yang paling sempurna. Menyejukkan tiap mata yang memandang. Menyenangkan.

I present you. The new baby born.


dsc012074dsc01273dsc012751dsc012433

dsc012482dsc01276dsc013274dsc012472

dsc013221dsc012411

.. and counting.

Bu[ah] – Sa[yur]

Bagi para pecinta buah atau sayuran, ternyata ada beberapa hal yang agak berbeda dari pendapat kita selama ini tentang bagaimana menjaga kebersihan buah atau sayuran yang akan kita konsumsi. Misalnya dengan cara mencucinya, tidak perlu menggunakan sabun, detergen atau pemutih. Karena penggunaan bahan tersebut diatas tidak menjamin buah dan sayuran akan bebas dari bakteri. Namun ada beberapa cara untuk mengantisipasi buah atau sayuran tetap aman dikonsumsi :

  1. Pegang buah dan sayur dengan hati – hati untuk mengurangi memar. Karena memar atau robeknya lapisan pelindung yang menutupi buah, dapat memicu pembusukan dan bakteri pengurai yang memberikan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan kuman patogen, seperti Salmonella.
  2. Cuci dibawah air mengalir. Semburan air dingin dapat membersihkan sebagian bakteri. Kecuali bagi Salmonella atau E. coli, yang tahan semburan air karena dapat melekat kuat pada permukaan buah.
  3. Keringkan dari air bekas mencuci.
  4. Simpan buah dan sayur dalam kulkas.
  5. Buang sayuran dan buah jika tampak mulai membusuk.

Bagaimanapun cara – cara diatas tidak lantas 100% membebaskan kita terinfeksi bakteri melalui buah atau sayuran yang kita konsumsi. Maka disamping mengikuti cara diatas, untuk saya yang lebih utama adalah membaca bismillah, atau berdoa untuk kebaikan mengkonsumsinya, karena bukankah sakit dan obat adalah datangnya dari Allah SWT.. ;)