car

Melihat perkembangan otomotif di Indonesia sekarang seperti menegaskan bahwa mobil dulu yang merupakan kendaraan mewah kini tidak lagi memiliki posisi yang sama. Kendaraan roda empat ini kini semakin mudah untuk dapat digunakan, ragam kemudahan dalam pembelian unit mobil baik baru maupun bekas dan menjamurnya usaha persewaan dengan syarat dan harga yang masih dapat terjangkau.

Saya sendiri adalah salah satu orang yang beruntung yang sejak kecil dapat merasakan mobil milik orangtua. Selain karena anggota keluarga yang lebih dari 3 orang, alasan orangtua dulu membeli adalah kemudahan transportasi mengingat mereka bekerja dengan jarak tempuh dari rumah ke kantor masing-masing yang cukup jauh. Tapi meskipun begitu, saya tidak pernah bisa benar-benar menyetir mobil sendiri. Dulu semasa SMA saya pernah โ€œbisaโ€ menyetir, tapi lalu lebih banyak khawatir di jalan oleh orang tua membuat saya ciut dan lalu urung bisa berlatih hingga lancar, walaupun sudah merasakan sampai lulus kursus menyetir.

Hingga usia saya 35 tahun inilah saya punya kesempatan memiliki mobil โ€œsendiriโ€. Awal-awal ada kendaraan tersebut ada di rumah, saya masih mengandalkan pak suami untuk mengantar bila ada keperluan. Selebihnya saya masih setia melakukan aktivitas dengan motor. Banyak hal yang membuat nyali masih ciut untuk membawanya sendiri, hingga suatu saat saat ketika pak suami harus pergi beberapa lama keluar kota. Merasa aneh sendiri ketika ingin sekedar memanaskan mobil, saya takut untuk salah tekan ini atau itu. Lalu berpikir bagaimana jika ada kondisi darurat dimana hanya saya dan anak sendirian di rumah dan butuh menggunakan mobil, duuh masa saya ndak bisa?

Akhirnya bermodal tekat dan nekat sayapun mulai belajar lagi, ada beberapa pelajaran yang berharga yang didapatkan kali ini. Yang dulu tidak saya lakukan, sehingga saya selalu urung mahir menyetir. Bila ada yang merasa sulit belajar menyetir, mungkin melewatkan hal-hal berikut :

1. Pengajar yang dipercaya
Dulu semasa saya ikut kursus menyetir mobil, pengajarnya selalu berganti-ganti sesuai dengan jadwal mereka. Jadi bila saya tidak bisa mengikuti jadwal salah seorang pengajar, ya saya harus rela diajar oleh pengajar lain yang walau memiliki ilmu sama, tetapi jelas dengan cara melatih yang berbeda. Apalagi dapat pengajar yang kurang ramah atau mudah emosi. Ini salah satu yang menurut saya membuat proses belajar sedikit terganggu, karena kita harus menyesuaikan kembali dengan pengajar yang baru. Belum lagi bila kursus tersebut membawa lebih dari satu orang yang kursus, yang ganteng atau cantik. Haduh grogi nya jadi berpangkat banyak :green:

shakes

Tips saya :
Pilih satu pengajar yang kita percayai sepenuhnya. Dimana kita tidak perlu takut atau jaim dalam berkomunikasi dengannya. Bisa orang yang dekat dengan kita, karena proses menerima hal baru akan menjadi lebih mudah ketika kita mendapatkannya dari orang yang kita percaya. Tetap belajar pada satu orang itu sampai kita benar-benar bisa menyerap dan mempraktekan ilmunya. Belajar pada satu orang akan membuat kita lebih fokus dan konsisten dalam meningkatkan kemampuan.

2. Percaya diri
Tanpa percaya diri jangankan menyetir mobil, berjalan kaki melewati orang lain saja akan terasa kikuk. Harus diingat-ingat motivasi awal mulai belajar, lalu semangati diri sendiri bahwa kemampuan kita tidak dibawah orang lain yang lebih dulu mampu dan lancar menyetir mobil. Saya dulu lebih termotivasi saat melihat nenek sepuh yang menyetir sendiri ๐Ÿ˜€

Tips saya :
Kenali diri sendiri, jam berapa biasanya kita merasa bisa untuk belajar. Lalu jadi diri sendiri saja, jangan sungkan apalagi gengsi bertanya bila kita memang belum bisa atau belum tau.

Kenakan pakaian yang nyaman, karena awal belajar kita pasti akan canggung untuk melakukan apapun, seringkali berkeringat walau di dalam mobil yang ber-AC haha. Pakaian yang tidak nyaman akan membuat kita makit sulit untuk melakukan apa-apa.

Gunakan alas kaki yang nyaman, ini penting ! Karna sikap awal kita, akan membentuk kebiasaan kita selanjutnya. Walaupun banyak yang bilang akan lebih mudah memperkirakan injakan pedal gas tanpa alas kaki, namun bila kita terbiasa menggunakan alas kaki saat awal, selanjutnya akan lebih mudah walau kita nantinya kita ingin menyetir dengan alas kaki atau tidak. Tapi tidak sebaliknya, beberapa orang yang saya kenal terbiasa untuk tidak menggunakan alas kaki saat menginjak pedal, maka akan sulit baginya untuk tetap menggunakan alas kaki saat menyetir.

Percaya kepada mobil yang digunakan, ini salah satu pelajaran berharga yang saya dapat kemarin. Sebelum mulai masuk ke dalam mobil, perhatikan dengan seksama bentuk mobil, letak roda, ukuran kaca spion, panjang hidung mobil dan bagian belakang. Lalu ketika masuk ke dalam mobil perhatikan kembali hal-hal tersebut. Sehingga kita bisa memperkirakan sebesar apa mobil kita itu dan sejauh mana kita dapat menempatkannya.

vintage-car-376539_1920

3. Teliti dan lakukan perlahan
Ketika kita sudah mengenali mobil kita, perhatikan batas-batas mobil tersebut. Bila saya berjalan lurus pada tengah ruas jalan perhatikan baik-baik dari dalam pada kaca depan mobil, mana batas kanan โ€“ kiri bagian depan lalu siknronkan bagian belakangnya dengan lirik ke spion kanan โ€“ kiri. Itu akan mempermudah kita saat harus menepi mepet atau berbelok di tingkungan. Misal, saya memastikan bahwa tidak terlalu mepet keluar dari ruas jalan ketika lihat ke spion kanan โ€“ kiri bagian bawah (aspal atau garis marka jalan) maka akan terlihat dimana posisi mobil kita apakah masih di dalam ruas jalan atau sudah keluar.

P_20160419_142324
Ini adalah posisi saya di balik setir, saya buat patokan batas kiri jalan ‘seakan’ ada di tengah lapang pandang depan

Banyak melihat kaca spion kanan, kiri dan belakang. Karena itulah pengganti mata kita untuk melihat kendaraan lain di sekitar kita.

P_20160419_142242
Lirik spion kanan, selama batas mobil kita masih di bagian ‘dalam’ alias tidak melebihi pembatas jalan, berarti posisi kita aman berhadapan dengan kendaraan dari lawan arah.

P_20160419_142328
Lirik spion kiri untuk perkirakan jarak kita dari bahu jalan, biasanya saya gunakan saat ingin menyalip pengendara motor atau pejalan kaki di sebelah kiri.

Tips saya :
Bila kondisi jalanan ramai dan atau kita belum yakin pada kondisi sekitar, berjalanlah pelan sambil memperhatikan depan dan kaca spion. Bila kita berjalan pelan dan ketika tidak sengaja terjadi kecelakaan, efeknya juga tidak akan berat. Dan jangan khawatir, kendaraan lain itu juga dikendarai oleh manusia yang berpikir. Jadi bila bertemu suatu kondisi yang mengharuskan mereka menghindar, bila tidak sial, mereka juga pasti akan menghindar.

Bagi pemula cari tempat parkir yang minimal bisa melakukan kesalahan, misal lebih baik yang lokasinya tidak mendekati pembatas jalan, dinding, atau mobil lain. Bila terpaksa (dan memang harus memaksa diri untuk bisa) parkir di tempat yang terbatas, lakukan perlahan. Tenangkan diri dan tidak perlu terburu-buru, kita tidak akan ditilang kok bila lama dalam memarkir kendaraan. Dalam parkir mundur, saya biasanya akan mengentikan mobil sejenak saat memutar haluan roda, bila kira-kira arah roda yang saya putar sudah sesuai yang saya inginkan, baru saya mulai injak gas lagi untuk mundur.

Saat putar balik di ruas jalan 2 arah, fokus dan tenang melihat sekitar, lalu percaya diri mulai jalan perlahan sambil memberi tanda (kedip lampu jauh) bila jarak kendaraan lain sudah memungkinkan untuk berhenti untuk memberi kita jalan. Abaikan ekspresi pengendara lain yang kesal atau marah karena terpaksa berhenti bila badan mobil kita memotong perjalanannya atau antrian yang mengular. Karena tidak akan lebih dari 2 menit proses kita berputar balik

4. Berani mencoba
Menurut saya ini yang paling berpengaruh pada progres lancarnya menyetir. Saya nekat membawa mobil sendiri setelah 3 kali pertemuan dengan pengajar saya. Dengan membawa penumpang 6 orang, yang berteriak sepanjang jalan ๐Ÿ˜€ Walau masih tersengal-sengal injak gas, pindah kopling yang belum halus, dimarahi oleh pengendara lain bila memotong jalan atau berjalan terlalu mepet dengan kendarannya, belum bisa parkir lurus, masih canggung memutar balik atau tarik gas di tanjakan yang curam saya tetap berusaha tenang dan percaya diri. Karena menyetir untuk saya adalah experimental learning, maka harus berani dan banyak berada di lapangan untuk menghadapi langsung adalah cara yang tepat bagi saya agar cepat mahir.

Tips saya :
Patuhi marka atau peraturan lalu lintas โ€“ berkendara dan jangan lupa mengenakan safety-belt yaa. Ketika bertemu lampu kuning segera melambat lalu berhenti. Tidak perlu takut dimarahi oleh kendaraan belakang, abaikan suara klakson yang mengintimidasi, karena yang kita lakukan sudah benar.

Jangan takut mencoba medan baru, semakin kita berpengalaman terhadap medan baru akan mempermudah kita lain kali bila menemui medan yang lebih sulit.

Lengkapi diri dengan Surat Ijin Mengemudi. Ketika kita benar dan patuh peraturan, kita tidak khawatir berada di jalan, otomatis akan lebih nyaman berkendaraan.

Nah demikian pengalaman saya dalam belajar menyetir. Hasilnya singkat saja, hanya selang 2 minggu dari pertama mulai belajar saya sudah was wes wuuuss di jalanan. Semoga berguna ya.

Kalau tipsmu bagaimana? Hayuuk mulai belajar ! siapa yang ingin belajar, dengan senang hati saya akan menemani dan belajar bareng .. karena kalau saya bisa, semua pasti bisa ! ๐Ÿ˜€