Soup Pertama Adam

Semenjak Adam mulai diare kambuhan hampir 2 bulan, nafsu makannya turun drastis. Yang tadinya hampir tidak pernah menolak disuap apapun, menjadi hampir selalu menolak makanan yang sudah dibuatkan untuknya.

Bukannya tidak mau berkreasi dengan resep yang variatif, tapi Adampun hanya mau menerima makanan yang itu-itu saja. Seputaran nasi tim dengan variasi kombinasi sayuran, antara lain wortel, brokoli, buncis, bayam, biet merah, kacang hijau, kentang, jagung manis, labu kuning dengan lauk antara lain hati ayam, belut, kuning telur, dan daging ayam. Namun sekarang makin sulit saja memberi Adam makanan seperti diatas, akhirnya saya mencoba untuk mulai memberi bumbu dapur pada makanannya. Mulai dengan bawang merah-putih, salam, serai. Sedikit demi sedikit, Adam mulai mau untuk makan lebih dari biasanya. Alhamdulillah.

Seperti hari ini, saya mencoba membuat soup tahu ayam sebagai pendamping bubur saring kaldu dan kuning telur rebus. Awalnya gegara kemarin saya mencoba menu baru untuk Adam, yaitu tahu ayam kukus, yang ternyata Adam kurang suka karena teksturnya yang masih kasar (walaupun daging ayam yang dipakai sudah dibuat selembut mungkin dengan cara direbus empuk dan diblender). Alhasil masih tersisa banyak dan saya simpan di kulkas.

Dengan bermodal nekat dan sisa sayuran yang ada di kulkas, sayapun akhirnya berkreasi memodifikasi menu gagal kemarin.

Resep Tahu Ayam Kukus

Bahan :
2 siung bawang merah + 2 siung bawang putih + 2 butir kemiri (haluskan)
2 buah tahu putih (hancurkan)
Wortel secukupnya (rebus lalu parut)
Daging ayam/sapi (giling halus)

Cara membuat:
Tumis bumbu halus hingga wangi
Masukkan ayam cincang dan wortel parut masak sampai setengah
matang, angkat, masukkan dalam cetakan dan kukus hingga matang.
Sajikan.

Resep (Modifikasi) Soup Tahu Ayam

Bahan :
Air kaldu ayam/sapi
Wortel dan kentang secukupnya (rebus setengah matang, lalu parut)
Bawang merah, bawang putih
Telur ayam (diambil kuningnya saja)
Tahu-ayam yang sudah ditumis, dihancurkan dan dikukus sebelumnya.
Keju parut

Cara membuat :
Rebus kaldu ayam/sapi sampai mendidih
Masukkan parutan wortel dan kentang masak hingga mendidih
Masukkan tahu-ayam kukus, masak hingga matang
Masukkan kuning telur ayam, diaduk-aduk hingga hancur
Tumis bawang merah-putih di wajan berbeda hingga harum, masukkan ke dalam soup.
Tambahkan daun bawang-seledri untuk penyedap rasa
Tunggu agak dingin, taburkan keju parut.
Lalu sajikan bersama bubur saring beras merah

Dan hasilnya?
Adam makan dengan lahapnya. Yaaaay!

*penampakan lupa dipotret untuk dokumentasi,bayinya keburu lapar hehe*

5/1/2012

Tau ndak, kenapa aku makin sayang sama kamu?

Karena kamu, selalu mencoba mengerti apa yang aku rasa ..

Kopi Pagi Ini

Aha, hampir setahun sejak terakhir mengisi blog ini. Usia Adam sekarang sudah 8 bulan lebih, seharusnya banyak hal yang bisa saya bagi disini. Banyak hal dan pengalaman baru sejak saya menjadi seorang ibu. Banyak ide tulisan yang sebenarnya menggantung di kepala. Tapi terbatasi waktu dan kapasitas memori yang semakin berkurang, sepertinya menjadi kendala. Hehe.

Adam di usia 8 bulan-nya, akhirnya sudah mau merangkak maju sekaligus merambat ke tempat yang lebih tinggi. Sebelumnya saya sempat khawatir, ada halangan dalam perkembangan motoriknya. Walaupun terlihat aktif, sebelum mulai merangkak maju, Adam hanya mau bergerak mundur sedikit-sedikit sambil berguling-guling. Padahal anak teman-teman lain yang sepantar dengan Adam, malah sudah ada yang mulai belajar berdiri. Tapi suami selalu membesarkan hati saya. Dengan sabarnya, suami kerap melatih Adam untuk mampu duduk sendiri dan belajar merangkak maju. Hasilnya, sepulang merayakan Natal bersama Eyang Uti dan Akung-nya Adam di Karangjati, Adam sudah bisa merangkak maju dan merambat. Yay! Tinggal gigimu ya, Nak .. yang kami tunggu munculnya. Hihi.

Sebulan yang lalu, saya mulai merasakan pengalaman baru bekerja kembali. Setelah vakum lebih dari 1 tahun, rasanya grogi sekali untuk memulai lagi profesi ini. Untungnya, lingkungan di tempat kerja baru ini, sangat mendukung saya untuk mulai belajar lagi. Doakan saya bisa cepat beradaptasi ya!

Suami-pun ternyata tidak mau kalah. Terhitung awal tahun ini beliau akan resign dari tempat kerjanya yang sekarang. Ingin keluar dari zona nyaman, ingin mengembangkan diri, dan meningkatkan kemampuan dari sebelumnya; begitu alasannya. Kebetulan ada kesempatan besar yang datang, dan memungkinkan suami untuk “mencoba” hal baru ini. Best luck ya, sayang .. Semoga dewi Fortuner berpihak pada kita. Hihi.

Jadi ceritanya, awal tahun 2012 ini bisa dibilang titik tolak kami bertiga untuk mencapai hal yang lebih besar lagi di tahun mendatang. Mimpi pribadi saya, bisa punya kesempatan untuk bersekolah lagi, spesialisasi lebih tepatnya. Aamiin.

Dmikian sekilas kehidupan kami beberapa waktu terakhir. Walau “belum” banyak hal bisa saya bagi hari ini, yang pasti saya sedang berbahagia.
Kenapa? Karena saya masih punya kesempatan untuk bersama orang-orang yang saya cintai, dan mencintai saya. Dalam keadaan apapun.

Oya, BIG LOVE untuk Mama tercinta yang sudah meluangkan banyak energi dan waktunya sehingga kami punya kesempatan untuk bisa memulai hal-hal baru ini. Semoga Mama selalu diberikan kesehatan, dan kebahagiaan ya, Ma!