Pria

Pria selembut apapun, akan selalu berdiri teguh pada prinsip nya ..

Karna mereka terlahir sebagai pemimpin alami
dan penopang yg sejati ..

Namun, hanya dengan senyum, kasih sayang dan airmata tulus wanita lah, mereka mampu memberikan segalanya.

.. teruntuk semua Pria, yang sedang mengabdikan hidup kalian, untuk orang-orang yang kalian cintai.

I salute you ..

September, 2010

Belakangan ini saya merasa hidup berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Mungkin setelah beberapa “ritual” hidup saya terlewati, saya merasa lebih enteng, berkurang banyak dari beban saya sebelumnya. Ritual yang saya maksud itu adalah (akhirnya) dapat menyelesaikan pendidikan dan menikah. Dua hal ini sedikit banyak telah mengubah cara pandang saya terhadap diri sendiri. Dulu yang biasanya saya menjadikan orang lain sebagai patokan dalam bertindak, sehingga beban nya terasa dua kali lipat, yaitu ingin membuat keputusan yang benar sekaligus punya prestasi yang sama seperti orang lain. Kini saya lebih banyak mempertimbangkan seorang diri, sambil sesekali mendiskusikannya dengan suami.

Semakin cepat waktu terasa bergulir, semakin cepat pula saya ingin mewujudkan berbagai macam impian dan rencana. Kalau ingat ini rasanya jadi senyum senyum sendiri. Rencana yang isinya hanya beberapa poin itu saja, butuh hampir 2 tahun untuk mencapainya, dan itupun tidak 100% dari yang diharapkan. Walaupun butuh waktu yang (menurut saya) termasuk lama, namun saya tetap merasa sangat bersyukur.

Sepertinya memang begitulah menjalani hidup, mendapatkan beberapa hal, dan kehilangan beberapa hal lainnya. Tidak beda hal-nya dengan orang-orang yang kita pikir mereka bisa mendapatkan apapun dengan mudah dan pasti, bagaimanapun, di sisi yang kita tidak pernah tahu, sebenarnya merekapun tidak memiliki apa yang mungkin ada di kehidupan sehari-hari kita.

Besok saya akan kehilangan, satu tahun dari kesempatan saya hidup di dunia, lagi. Tapi saya telah menerima banyak hal menyenangkan sebagai pengganti tahun yang hilang itu, dan masih akan bertambah di tahun tahun berikutnya, insyaallah.

Teruntuk Papa dan Mama terkasih..
Yang dengan, atau tanpamu, saya bukanlah apa apa.
Yang hanya pada lelehan keringatmu, saya bergantung nyawa.
Yang pada tiap tarikan napasmu, saya bisa tertawa dan menikmati dunia.

Teruntuk adik kecil tersayang..
Walau dunia kita terpisah dibalik segala kepentingan. Duniamu tetap menjadi bagian yang terpenting.

Teruntuk suami terhebat..
Yang telah membuat hal-hal kecil menjadi sesuatu yang selalu membekas di hati dan pikiran.
Yang telah banyak memberi ruang untuk kita dapat tetap bersama, menyelesaikan segala kesulitan dengan cara yang menyenangkan.
Yang selalu mengembalikan senyum, dibalik segala ketidakpastian.

Teruntuk kalian, semua sahabat yang selalu menguatkan dan menceriakan hati.

I love you all .. Always