Kecewa

Aku merajuk pada titik-titik air dari langit dan dingin ..

 

bruxelles_street_i_by_zardo

 

Sedikit waktu yang kau miliki. Luangkanlah untukku

Harap secepatnya datangi aku

S’kali ini ku mohon padamu. Ada yang ingin ku sampaikan

Sempatkanlah…

Hampa kesal dan amarah. S’luruhnya ada dibenakku

Tandai seketika

Hati yang tak terbalas

Oleh cintamu…

Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini

Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada

Bahwa hatiku kecewa…

Sedetik menunggumu disini, s’perti seharian

Berkali kulihat jam ditangan. Demi membunuh waktu

Tak kulihat tanda kehadiranmu

Yang semakin meyakiniku

Kau tak datang

Kecewa

(Bunga Citra Lestari)

 


Saya (ikut) Protes

P unya waktu sedikit muter-muter. Klik ini, klik itu. Baca ini, baca itu. Ada protes di beberapa tulisan, tentang bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi suatu masalah dengan kekerasan. Bukan hal yang baru sepertinya, suguhan adegan kekerasan demi kekerasan digelar disana sini. Pemeran nya pun dari berbagai umur, dari beraneka latar-belakang pendidikan dan tingkat sosial.

W alaupun saya kurang mengerti benar apa yang menjadi duduk permasalahan atau berita sebenarnya, tapi lha ya kok agak terusik. Namun solusi pastinya pun saya tidak punya. Jadilah saya disini hanya bisa (ikut) protes.

S ekedar berbagi pemikiran, saya pikir hal-hal yang sudah saya tulis diatas karena kurangnya rasa menghargai terhadap sesama. Bedakan antara tidak tau dan tidak ingin tau.

B erhubungan dengan rasa menghargai, jadi teringat juga beberapa hal yang saya alami belakangan ini, tepatnya hubungan antar sejawat. Dimana budaya menegur-sapa kiranya menjadi hal yang mahal didapat. Mungkin karena mereka tidak merasa memiliki kepentingan dengan saya atau dengan orang-orang sekitar yang mereka kenal, karena itu mereka sengaja tidak menyapa saat bertemu. Bedakan antara tidak kenal dan tidak ingin kenal.

M iris.

Tahun Depan

M erubah cara memandang suatu hal memang tidak mudah. Terbukti dari beberapa pembicaraan dengan orang dekat di sekeliling saya belakangan ini berawal dari sesuatu yang sangat mengganjal hati, menguji emosi hingga akhirnya bisa dibicarakan dengan baik. Semua selisih paham, pelan-pelan terulur menjadi seuntai benang yang makin kuat. Bersatu bersama benang-benang lainnya yang terlilit rapi dalam hati. Kuncinya duduk bersama, jujur dan bicarakan. Alhamdulillah

T ahun ini banyak berarti buat saya. Saya belajar memiliki sesuatu, dan belajar pula untuk melepasnya. Bukannya saya tidak pernah “jatuh-bangun” untuk belajar itu semua, bahkan sampai sekarangpun saya masih sulit untuk mengatasi beberapa perasaan yang kadang muncul tiba-tiba dalam menghadapi hal-hal yang mengganjal, baik secara teori maupun teknis. Tapi mudah-mudahan saya tidak akan menyerah untuk terus berusaha.

B ukan hal-hal besar yang sudah saya capai di tahun ini, tapi sekecil apapun yang dapat adalah harta yang sangat berharga buat saya. Untuk itu .. Terimakasih untuk semua sahabat yang telah menyumbangkan waktu, perhatian dan banyak berbagi ilmu.

T ahun depan ?

M ari menghasilkan hal yang lebih heboh !

1. Bercerai baik-baik.. dengan administrasi universitas.

2. Mengukur jalan dari Jakarta ke Bromo sampai Rinjani.

3. Mencari donor sperma untuk memenuhi kebutuhan calon Eyang Kung dan Eyang Uti akan cucu.

4. Buka usaha sampingan; kedai kopi dan buku kecil-kecilan.

5. Kebutuhan gadget; laptop bonus koneksi internet-nya dan kamera.

6. … selalu berusaha menjadi lebih baik tentunya.

K urang heboh? Ya segitu dulu sajalah, yang lainnya menyusul disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan..

thumb

S e m a n g at !

Andai Saja

D an burat senja itu pun perlahan luruh

M enjelma bayang kelam

G undah

A ku hanya ingin menangkap senyum-mu malam ini

A ndai saja ..