Lebur

Pongah itu akhirnya lebur menjadi serpihan debu yang diam..

Yang akan tertiup angin.
Kemudian berkelana tak bertuan.

Sejenak, logika berhenti berputar.

Yang terkasih, pada tapak kakimu aku merajut doa.
Pada bayanganmu aku mengulurkan salam.

Semoga kalian terikat abadi sampai maut memisahkan.

Recent Fav'

Kalo tidak salah, bapak penjual Mie Ayam ini, pagi – pagi sudah mejeng disekitaran RS Kramat, Jalan Kramat – Jakarta Pusat. Tepatnya di seberang sekolah Muhammadiyah. Rp. 7.500,- (termasuk 3 butir bakso, dan 3 helai pangsit goreng).

Tahu Campur khas Lamongan, begitu judulnya. Mulai buka kira – kira lepas waktu sholat Maghrib. Tempat berjualannya sejajar dengan McD Tebet, Jalan Soepomo Tebet – Jakarta Pusat. Kurang lebih Rp. 8.000,- . Khusus penggemar telur yang ingin menambahkan telur pada menu ini, jangan lupa memesan dengan embel – embel “telur”.

Tahu Tek, juga khas Lamongan. Seatap dengan Tahu Campur. Ada juga Soto yang lagi – lagi khas Lamongan, sayang tiada sempat memotret. Harganya pun sekitar Rp. 8.000,- Dengan porsi yang dijamin cukup buat mengganjal lambung berukuran Medium.

Sate Padang yang satu ini, adanya di dekat rumah saya, sekitaran Rawamangun – Jakarta Timur. Di salah satu sisi trotoarnya Pasar Sunan Giri, yang sejajar dengan seberangan dengan Rumah Makan Sederhana yang harganya tidak sederhana. Buka dari siang sampai malam. Harganya kalo tidak salah Rp. 10.000,- untuk 8 tusuk. Harga juga bisa disesuaikan bagi yang ingin menambah tusukan (dengan isi tentunya)

Sekian perburuan kuliner untuk kali ini. Mudah – mudahan rejeki terus mengalir, supaya bisa terus melahap makanan yang enak. Aamiin. Bagi yang berminat, dan butuh jasa saya sebagai guide, dengan senang hati saya akan meluangkan waktu dan lambung saya πŸ˜‰

Perut kenyang, hati senang πŸ˜€

My Baby Orchid

B eberapa minggu yang lalu, dapat tanda mata sebuah baby orchid dari seorang sahabat. Walaupun saya ndak punya jiwa “berkebun” tapi karena tergoda untuk memiliki pengalaman memelihara makhluk hidup selain hewan atau manusia lain, akhirnya nekat mengadopsi sang baby anggrek dari empunya. Pesan si empu, sang baby cukup disiram pagi dan sore hari, juga diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Tanpa pupuk, tanpa obat – obatan, tanpa mantra – matra khusus. Ok, sepertinya mudah.

B aby orchid-ku ini dari jenis anggrek merpati. Kata sang empu juga, jenis yang paling mudah diurus untuk level pemula seperti saya. Wah malah jadi grogi. Bagaimana andai baby orchid-ku ndak terurus dan mati, bisa – bisa nama baik sebagai pemula berkebun jadi tercoreng moreng. Walau terlihat mudah, ternyata merawat tanaman itu butuh tingkat sensitivitas yang tidak rendah. Terbukti pada akhir minggu pertama merawat baby orchid, saya lupa menyiramnya selama 1,5 hari saja karena ditinggal mudik ke Jakarta, salah satu dahannya mengering dan gugur. Hiks. Sedih. Maaf ya sahabat.

L alu semenjak itu, setiap berencana mudik ke Jakarta, atau saat ada jadwal jaga saya selalu mengingatkan diri untuk menyiram dan menitipkan sang baby ke tetangga terdekat. Rasa tanggung jawab tumbuh begitu saja seiring dengan waktu. Cieh.

I ni gambar sang baby minggu pertama

S etelah baca sana – sini, tahulah saya bahwa sang baby punya nama latin Dendrobium crumenatum. Dan ternyata bahwa anggrek adalah tanaman yang identik dengan sifat kesabaran, keuletan, ketekunan, dan pantang menyerah. Wah beberapa hal tersebut sepertinya tidak seperti sifat – sifat saya. Jadi curiga dengan tujuan sang empu baby memberikan sang baby pada saya.

M engutip dari beberapa bacaan, anggrek merpati memiliki cukup banyak variasi dalam bentuk dan ukuran bunga. Warna khasnya yang putih bersih ditambah aroma harum semerbak merupakan kelebihan anggrek ini dibanding kerabatnya yang lain. Memiliki adaptasi yang sangat luas mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Saat musim berbunga tiba, seluruh kuntum umumnya akan mekar serentak. Hanya saja, lama mekarnya tidak lebih dari 1 hari. Jadi kepikiran untuk membuat tas khusus untuk membawa sang baby, agar saya tidak terlewat saatnya sang baby mekar nanti. Terinspirasi oleh mbak Paris Hilton yang selalu berpergian dengan menenteng tas untuk anjing nya. Kelebihan lain anggrek merpati adalah toleran terhadap kekeringan, kemampuan menghasilkan keiki (anakan) yang sangat tinggi, tingkat pertumbuhan akar dan tunas yang cepat, serta tahan terhadap berbagai rentang intensitas cahaya yang kuat. Sampai disini percaya diri saya tumbuh kembali. Bahwa nantinya saya akan berhasil membesarkan sang baby menjadi sang putri merpati yang cantik dan harum.

S eperti ini ..

Si Putih Pulang Kampung

A khirnya bisa punya kesempatan berlama – lama di Jakarta. “Nguli” di salah satu tempat di daerah Salemba – Jakarta Pusat, artinya saya akan butuh Si Putih untuk memenuhi akses mobilitas selama kesana kemari nanti. Agak ngeyel dari keinginan sang Bunda yang sedari dulu keberatan memberikan restu untuk saya untuk bermotor-an di Jakarta. Beliau bilang ndak rela andai anak perempuan yang paling manis ini lecet – lecet karena disenggol bus. Aiihh. Bis kali ah yang saya senggol. Tapi dengan jurus rayuan maut, akhirnya sang Bunda luluh, atau pasrah lebih tepatnya melepas saya meliuk – liuk di jalanan Jakarta. Kalau saya pribadi lebih khawatir dengan para pak polisi, berhubung saya belum punya SIM (Surat Ijin Motoran). Cuma bisa berharap mudah – mudahan pelet anti tilang saya bisa bekerja dengan baik *sambil bakar menyan dan menggebet dukun ternama*
B eberapa kali punya pengalaman motoran agak jauh, Jakarta – Puncak, Yogyakarta – Semarang, dan kali ini Karawang – Jakarta, jadi punya beberapa tips pribadi untuk motoran jarak jauh :

  1. Istirahat yang cukup sebelum berangkat. Tidak disarankan melakukan aktivitas yang menguras energi. Apalagi emosi. Kecuali hal – hal yang dilakukan punya nilai “rekreasi” dan “kesenangan” yang bisa menambah vitalitas saat berpergian. Tapi hati – hati andai aktivitas itu bisa menimbulkan reaksi mengantuk.
  2. Pakai pakaian yang nyaman. Menyerap keringat sekaligus punya daya sirkulasi yang cukup. Jangan lupa dengan model yang update. Siapa tau punya kesempatan kenalan sama cowok ganteng πŸ˜€
  3. Perlengkapan motor standar. Helm. Jaket. Masker. Sarung tangan – kaki, jas hujan. Jangan lupa juga SIM, STNK dan DOMPET, yang berisi uang tentunya. Dengan isi secukupnya, berjaga – jaga di jalan tiada berjumpa dengan ATM.
  4. Trik packing khusus motoran. Bungkus semua bawaan dalam tas plastik yang rapat. Sedikit merepotkan, tapi sepertinya ini salah satu cara yang ampuh untuk menghindari sang barang bawaan tersiram air hujan.
  5. Minuman dan makanan kecil (atau makanan besar bagi yang perutnya besar *lirik ke bawah dan ke samping bawah*). Jadi bisa kapan saja berhenti untuk istirahat.
  6. Peta. Lebih baik andai tahu informasi tentang daerah yang akan dilalui. Atau setidaknya kemampuan orientasi medan yang baik. Untuk menghindari tersesat di jalan.
  7. Perlengkapan pribadi, alat – alat kebersihan ala kadarnya, seperti tissue basah atau sabun. Obat – obatan pribadi juga disiapkan secukupnya.

B aiklah, sekarang marilah berdoa untuk keselamatan saya selama bermotoran di Jakarta. Jangan lupa juga berdoa bagi yang ingin berpergian, jauh ataupun dekat. Selamat jalan – jalan guys! Brrrrruuuuuuuuummmmmmm……. πŸ˜‰