Wanita Senja

senja

Wanita itu bernama Senja
Di pelupuknya garis hitam menggenang diantara warna jingga yang menyala
Ketika satu satu lampu kota melumat lelah yang tercecer di sudut sudut gedung menjulang

Wanita itu terluka
Di pipinya segurat warna warni cahaya dari aneka benda bertabrakan dan saling melebur
Ketika gelap mulai melahap bongkahan bongkahan pongah yang berdiri tegap sejak diawal hari

P
ada senyum lelaki itu dia gantungkan sisa detik sebelum hari berganti
Sebelum hidup menghisap habis seluruh kekuatannya untuk tetap terjaga

Pada dada lelaki itu dia rebahkan mimpi mimpi
Tentang hamparan sabana luas .. gunung menjulang .. gumpalan-gumpalan kapas mengambang dan alunan gemericik sungai jernih

————–

Senja ..
Pada cinta mana akan kau percayakan seluruh hidupmu ?
Pada cinta gila yang menguras kesadaran di seluruh jaras jaras syaraf tubuh mu ..
Atau pada cinta setengah terpaksa yang mampu menutup sepersekian kebutuhan duniawi mu ?

Aku tidak punya keduanya

Aku hanya punya cinta sederhana
Sesederhana pertemuan pertemuan singkat kita

Senja ..
Pada lelaki mana akan kau gantungkan harapan harapanmu ?
Pada lelaki tampan yang mati-matian menginginkan segala kemolekan mu ..
Atau pada lelaki terpelajar yang bisa mengangkat harga diri mu ?

Aku bukan keduanya

Aku hanya lelaki apa adanya
Berhartakan udara, langit dan tanah terpijak

Senja ..
Ketika mencintaimu tak lagi sederhana
Dan ketika udara, langit juga tanah tempatku berpijak memintaku memilih
Aku harus pergi

Meninggalkanmu bersama aroma tubuh yang melekat bertahun tahun dilubang hidungku
Bersama rasa cemburu yang sesak mengisi lorong hatiku

————–

Wanita itu tersenyum
Menikmati kecewanya dalam hening
.. membakarnya diam-diam lalu meninggalkan sisanya dipinggir cangkir kopi malam itu

(09/01/2010.16:25)

Bertengkarlah Dengan Baik dan Benar

Bertengkar dengan pasangan itu adalah default. Wajar. Tetapi menjadi amat sangat tidak keren, bila anda atau pasangan melakukannya di area publik.

Contohnya seperti yang saya alami sekarang. Sepasang kekasih (atau entah suami istri), yang duduk selang satu user disamping saya, tiba tiba mengeluarkan suara-suara berinotasi tinggi dan gebrak gebrakan di kubik setengah terbuka. Tentunya bukan hanya saya, tetapi seluruh pengguna warnet yang saat itu sedang khusuk-khusuknya “beribadah”, kontan mengalihkan pandangan ke arah mereka, dengan tidak lupa memasang wajah heran, dan terganggu. Sejenak mereka diam. Kamipun kembali ke aktivitas sebelumnya. Namun dalam hitungan detik, intonasi tinggi itu kembali terdengar, kali ini diikuti dengan goyangan di kubik.

Saya tidak tau apa yang mereka ributkan. Dan tidak mau tau. Yang saya sayangkan adalah, bagaimana mereka mengekspresikan rasa amarah mereka dalam suatu tindakan yang bisa saya bilang menganggu “urusan” orang lain, mengingat mereka melakukannya di area publik. Bukan sekali ini saja saya mendapati hal seperti diatas. Dulu sekali, bahkan saya punya teman, pasangan kekasih, yang bila bertengkar bukan hanya menggunakan kekuatan suara, tapi juga otot. Lemparan botol, gelas atau saling memukul adalah hal yang lumrah kami dan kawan lain dapati saat mereka sedang dipuncak amarah. Bahkan saya pernah mendapati salah satu dari mereka menabrakkan diri beserta motor yang dia bawa saat itu ke suatu tiang listrik. Bodoh.

Iya, bodoh. Cuma kata itu yang terlintas di pikiran saya. Saat mendapati adegan adegan pertengkaran antar kekasih di area publik, di jalan raya, kantor, tempat wisata, mall, komunitas online, dimanapun.

Bodoh karena apapun yang kalian umbar disana adalah tidak lain dan tidak bukan adalah ego untuk saling memenangkan apa yang kalian masing-masing anggap benar. Terlihat oleh orang lain, adalah kesempatan untuk mencari simpati. Bukan untuk mencari apa yang benar-benar kalian butuhkan untuk menyelesaikan akar dari pertengkaran. Buang-buang waktu.

Bodoh karena secara tidak langsung, kalian memberi label buruk pada pasangan masing-masing untuk kemudian nantinya diberi penilaian oleh publik. Dengan mudahnya.

B
odoh karena telah membuang energi dan merugikan diri sendiri, untuk sesuatu yang mungkin tidak kalian butuhkan di masa datang. Atau berakhir dengan penyesalan yang berkepanjangan.

.. Berilah kesempatan bagi anda dan pasangan untuk saling memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk menyadari apa yang telah diperbuat sehingga membuat pasangan merasa tidak nyaman.

Menjauhlah dari area publik. Sehingga anda dan pasangan mempunyai ruang pribadi yang cukup untuk menggunakan akal sehat. Bukan memutuskan sesuatu dengan terburu-buru, atau mengandalkan ego dan gengsi.

Dan apapun kesalahan pasangan anda, mereka punya hak untuk didengarkan. Jangan khawatir, setelah itu, anda akan memiliki kekuasaan penuh untuk memutuskan.

Salam damai ..

Rindu

Pada kelam kutambat angan dan gairah tentang peluh dan daging bernyawa. Membiarkan nya terus berguncang dihempas riak bola-bola air yang saling bergesekan kemudian pecah. Berulang.

Tubuh sebentuk asap. Dingin, mengambang dan samar. Menyeka tiap pori-pori kulit. Menyusup tiap lubang disudut sudut raga. Perih.

Kutukar airmata demi sekelebat kehangatan jemari kekar. Pula kurajang harga diri ini untuk sebuah sudut sempit diujung lapang pandang terjauhmu.

Kamu mematung. Bakaran dupa memeluk erat, dengan kakimu terikat kuat pada akar-mengakar yang berurat. Bahkan sebelum kehidupanmu sebelumnya usai.

Pun, aku tertidur malam ini, dengan isi kepala tergantung dalam sangkar berjeruji rapat. Berdesakan dengan amarah, nyeri dah rindu.

bali sunset

Technicolour – Paloma Faith

Once upon a time, my friends it feels like yesterday
I was living lonesome in a world of disarray
Everything was a black and white, there wasn’t even gray
And every morning waking up on groundhog day

Chorus:
It was all in monochrome without the lies
Just like a silver screen you walk into my life
You taught the stars to light up what we find
I come alive saturated in your charms

W
e kiss the sky and dancing towards rainbows
Now it’s all in technicolor with you

I lived in the blackest house with seven pure white cats
The bleak eyed look of every day hidden deep inside my heart
The notes on the piano now remind me of my past
And now you’re here right by my side I hope that we will last

Chorus

Yellow, orange, pink, red, and blue
Let’s paint the town, darling us two

You bring your pallet and I will sing the sub bar
We are just two birds of a feather

Technicolour – Paloma Faith

Hening


Suatu siang di sebuah ruangan lapang yang senyap dan dingin. Suara denyut alat monitoring membelah hening, kelap kelip indikator berdetak bersama detik jam dinding. Tubuh tubuh setengah nyawa tergeletak tak berdaya.

Malaikat penjemput ruh menanti dengan sabar, sampai hitungan mundur umur berakhir.

Gadis manis, 15 tahun, usai kecelakaan motor bersama teman, saat akan merayakan hari ulang tahun nya, setelah sempat sadar untuk beberapa jam, kemudian tidak lagi bangun sampai seluruh kemampuan pertahanan hidupnya perlahan berhenti bekerja. Ibu yang berulang kali tidak sadar diri ketika dijelaskan, bahwa anak yang pernah dan selalu dia pertaruhkan hidup dan nyawa untuknya itu tidak lagi hidup melainkan atas bantuan alat bantu pernapasan dan obat pemacu jantung. Ayah yang meleleh seluruh keperkasaannya, ketika terpaksa harus melepaskan sendiri semua alat bantu hidup yang melekat ditubuh mungil yang dulu pernah dia sambut lahirnya dengan sukacita dan asma kebesaran Allah, kini asma kebesaran Allah beriringan dengan duka dan kecewa mendalam, saat henti denyut dan napas sang anak terkasih berada di ujung jari-jarinya.

Duda 27 tahun, dengan kondisi yang tidak jauh beda, harus meninggalkan seorang anak perempuan yang belum genap 3 tahun tanpa Ibu. Seorang kakak tidak habis airmata, menggenggam erat tangan yang selama ini dia bimbing, menciumi kaki yang selama diharapkan segala kebaikan untuknya. Mengusap seluruh tubuh yang lemas tanpa reaksi, meratap sambil berharap sang adik terbangun sebelum semua alat bantu hidup dimatikan, sebelum obat pemacu jantung berhenti bekerja.

Suami terbaik dan Ayah tercinta untuk sebuah keluarga besar yang rukun ..

Ibu terhebat sekaligus Istri terkasih ..

Satu satu pergi kembali kepada penciptanya.

..

Setiap orang selalu bermimpi kebaikan, kerap berusaha meraih kebahagiaan. Lupa bahwa kematian adalah yang nyata.

Entah kapan. Entah dimana. Entah bagaimana.

Orang-orang terkasih di sekeliling yang kita pikir tidak lebih penting dari diri kita sendiri, yang kita pikir akan selalu ada kapan saja kita butuh, nyatanya sewaktu-waktu dapat pergi, pun kita sendiri.

Kepada mereka yang meninggalkan kita, segala permohonan maaf yang belum sempat diutarakan. Rasa sesal, amarah dan atau kecewa yang masih dipendam. Tanda cinta dan sayang yang tidak sempat dilakukan. Rahasia gelap yang tidak tuntas dibersihkan. Hanya akan menjadi sampah sisa, tidak berguna. Bergelayut sepanjang umur, di belakang kepala dan di dada.

Hanya butuh beberapa detik dari puluhan ribu detik yang milikmu setiap harinya, sempatkanlah. Demi meringankan segala kesulitan. Di dunia, dan akhirat.

Fade To Black

Life it seems, will fade away
Drifting further every day
Getting lost within myself
Nothing matters no one else
I have lost the will to live
Simply nothing more to give
There is nothing more for me
Need the end to set me free

T
hings are not what they used to be
Missing one inside of me
Deathly lost, this cant be real
Cannot stand this hell I feel
Emptiness is filling me
To the point of agony
Growing darkness taking dawn
I was me, but now hes gone

No one but me can save myself, but its too late
Now I cant think, think why I should even try

Yesterday seems as though it never existed
Death greets me warm, now I will just say good-bye

(Fade To Black – Metallica)

.. ketika aku bilang selalu, itu berarti selamanya.

Dua Jempol Untuk KBRI Singapore

Pernah menumpang kendaraan Taxi dengan supir yang bergelar S1 ? Saya beberapa kali menemukan mengalami itu, obrol punya obrol dengan sang supir, kebanyakan dari mereka mengaku kalau kesulitan ekonomi lah yang memaksa mereka mengambil jalan hampir pintas untuk menjadi seorang supir Taxi. Dengan bermodalkan kemampuan menyetir dan orientasi medan yang baik, setiap orang (bahkan wanita) punya kesempatan untuk berprofesi sebagai supir Taxi.

Menyambung cerita diatas, dimana seorang dengan titel sarjana harus menjalani profesi yang kurang pas dengan kemampuan “intelektual”nya. Lain hal nya dengan para TKI yang bekerja di Singapura, para TKI yang kebanyakan bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) alias pembantu rumah tangga tersebut kini memiliki kesempatan memiliki titel setara D3 sampai S1 dengan biaya yang amat terjangkau. KBRI di negara Singapura membuka Universitas Terbuka pada akhir pekan, dengan biaya pendaftaran dan biaya persemester SGD 50 atau sekitar Rp. 350.000,- (bandingkan dengan biaya pendidikan di Indonesia). Dengan empat jurusan S1, yaitu jurusan Ilmu Pemerintahan, Ilmu Administrasi, Manajemen dan Akuntasi dan satu jurusan D3 yaitu Bahasa Inggris. Tidak tanggung tanggung, para TKI itupun berpenampilan layaknya mahasiswa ibukota yang biasa kita temui, dengan pakaian modis dan rapih, lengkap dengan laptop dan handphone. Mereka juga tidak jarang berdiskusi tentang pelajaran yang mereka dapat atau seputaran berita internasional, dalam bahasa Inggris yang fasih.

Selain itu fasilitas yang dinamai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kerja bagi PLRT dan berada di kompleks Sekolah Indonesia di Siglap Road tersebut juga membuka kelas jenjang pendidikan formal lain, semisal setara SMP dan SMA. Kelas lain yang dibuka adalah kursus Bahasa Mandarin dan kursus Komputer. Sejak dibuka tahun 2006, hingga kini peserta berbagai kelas pendidikan dan kursus mencapai 85 ribu PLRT, 11 ribu tenaga profesional, dan 10 ribu pelaut asal Indonesia, terbagi dalam 6 angkatan.

Jadi, saat nanti mereka kembali ke Indonesia, punya kebanggaan lain selain dapat menghidupi keluarganya dengan layak, juga memiliki banyak keterampilan yang diakui dan memiliki titel sampai Sarjana. Dan jangan lupa, mereka lulusan luar negeri lhoo .. :shock: :shock:

Peserta UT KBRI Singapore

Peserta UT KBRI Singapore

Aku

Dalam detik berdetak
Dalam kelam tenggelam

Menyusur busur hingga ke ujung
Melintas batas tanpa terhenti

Tak bergeming jasad diterpa renta
Menggapai asa ditengah hampa

Terang yang memanggang
Gelap membungkus kedap

Aku, tak akan berhenti menangkap air .. tak akan menyerah mengejar angin

Memenangkan apa yang sudah dituliskan tinta nasib
Menantang hidup dengan segala episode tangis dan tawa nya
.. dengan segala noda dan kesucian nya

Happy Ied !

Allah SWT adalah zat yang maha dasyat ..
Maha menggerakkan segala hal, sebesar dan sekecil zarahpun
Maha memberi kenikmatan, dan maha penentu atas langit dan bumi, dunia dan akhirat

Maka janganlan berhitung atas pahala dan ibadah yang kita buat.
Melainkan bersyukur atas kebesaranNya

Happy Ied
Minal aidin wal’faidzin ;)

Kado Kado Terindah

Sewaktu kecil saya punya mimpi menjadi putri raja ..

Setiap hari berpakaian indah, dengan tiara kecil bertahta berlian di kepala, dikelilingi pengawal tegap kemana saya pergi ..

Bermain di hamparan rumput dan bunga harum nan indah.

.. tidur di kamar yang luas, tempat tidur empuk, dengan banyak bantal bersarung satin warna warni terang dengan selimut sutra halus dengan motif senada.

Dan kemudian makan di meja makan yang besar, bersama keluarga, lengkap dengan peralatan makan mewah, dengan aneka hidangan yang lezat.

Yang lebih hebat dari itu semua, saya bisa mendapatkan apapun yang saya inginkan. Dengan perhatian yang berlebihan dan pemenuhan atas segala kebutuhan.

Saya hanya ingin hidup bahagia.

Sejalan usia, satu satu mimpi itu luntur. Pudar. Meranggas bersama harapan harapan indahnya sebuah keluarga harmonis.

Saya tidak punya halaman luas, tidak ada tiara, tanpa pengawal, bahkan meja makan dengan bangku bangku kosong setiap harinya.

Disela badai dan ombak .. berdiri sendiri, menggantungkan tubuh pada langit, membenamkan hati pada kekuasaan pemilik surga dan neraka.

Saya sendiri. Tapi tidak benar benar sendiri. Selalu saja ada tubuh yang menyanggah. Selalu saja ada senyum yang menentramkan. Selalu saja ada tangan yang menuntun.

Di 28 tahun usia.
Tubuh tubuh itu tak lelah bergantian bersiap disisi. Senyum senyum itu tak sudah sudah menawarkan kebahagiaan. Dan tangan tangan itu tak bosan bosan nya menggapai, bahkan dari tempat tergelap sekalipun.

Wahai pemilik tubuh, senyum dan tangan mulia .. Hal hal sederhana yang kalian lakukan, telah menyelamatkan hidup dan mimpi seorang manusia.

Semoga Allah mengembalikan semua yang kalian luangkan, dengan berlipat lipat kebaikan.

.. dan semoga, saya masih diberi umur dan kesempatan untuk menggantikan kalian.

Kalian .. kado kado terindah.

« Previous Entries